Kisah Cindelaras dalam pertunjukan Festival Panji Nusantara 2019 (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Kisah Cindelaras dalam pertunjukan Festival Panji Nusantara 2019 (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Hidup di sebuah hutan bersama sang ibu, kisah Cindelaras mampu memukau penonton Festival Panji Nusantara 2019 di Kota Malang. Dikemas dalam pementasan yang dimainkan oleh anak - anak dari tim PPST SMPN 4 Kota Malang penonton dibuat bertepuk tangan dengan akting mereka, di Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ), Jum'at malam (12/7). 

Ya, kisah yang menceritakan kehidupan ibunya yang seorang permaisuri dan telah diusir karena fitnah menjadikan Cindelaras menjadi anak perempuan yang tangguh dan ingin menyelesaikan permasalahan tersebut kepada ayahnya, Raden Putra. Seorang raja Kerajaan Jenggala.

Tak mudah baginya untuk membuat duduk perkara itu jelas. Namun, Cindelaras memiliki ayam jago yang berkokok unik. Dari situlah ia mulai menantang sang ayah, untuk mengatur pertandingan penyabung ayam.

Dalam pertandingan itu, Cindelaras meminta syarat, jika kalah dia bersedia dipancung, dan jika menang dia minta setengah kekayaan Raden Putra. Pertarungan itu dimenangkan oleh Cindelaras, kemudian dia menceritakan duduk permasalahannya.

Adu ayam jago itu akhirnya menyatukan Kerajaan Kediri, Cindelaras juga berhasil menyatukan ayahanda dan ibunya. Mereka hidup srawung rukun. Dalam kesempatan ini, Wali Kota Malang Sutiaji, mengapresiasi penampilan dari anak - anak SMPN 4 tersebut. Lantaran mampu menunjukkan kearifan lokal di kota sendiri. 
 

Pertunjukan kisah cinta Raden Panji Asmara Bangun dan Dewi Sekartaji dari Tim Kesenian ISI Yogyakarta 


"Dari beberapa penampilan pentas, saya mengapresiasi lebih bagi Kota Malang. Yang lain ada yang dari ISI Yogyakarta, sanggar seni dan lain - lain, tapi anak Malang telah mampu membuat decak kagum penonton. Ini menunjukkan, meskipun kita berada di era revolusi industri 4.0, Kota Malang memiliki kearifan lokal," ujar dia.

Ia juga berharap kedepan pendekatan melalui legenda - legenda panji akan lebih dikuatkan. Salah satunya, dengan menggandeng tim kreator Malang dengan membuat viral akan sosok tokoh Panji masa kini. "Terlebih kita sudah dinobatkan sebagai Kota Kreatif ya, ini tantangan bagi teman - teman kreator untuk membuat viral bagaimana Panji dengan era kekinian. Baik itu nanti melalui game - game, aplikasi, dan yang lainnya," paparnya.

Tak hanya itu, di malam puncak Festival Panji Nusantara 2019 ini penonton juga disuguhi kisah Panji yang lain. Seperti yang ditampilkan oleh Tim Kesenian ISI Yogyakarta, yang membawakan pertunjukan kisah cinta Raden Panji Asmara Bangun dan Dewi Sekartaji. Dimana perjuangan untuk mendapatkan Dewi Sekartaji tidaklah mudah tapi akhirnya demi cinta apapun dilakukan Panji.

Kemudian ada Pertunjukan dari Sanggar Ida El Bahra (Sulawesi Selatan) yang membawakan kisah We Tadampali, seorang putri dari Kerajaan Luwu yang diasingkan karena menderita penyakit kusta. Ia berhasil sembuh setelah diasingkan di sebuah pulau yang bernama Pulau Wajo.

Ada juga sajian pertunjukan dari tim Kesenian Bali Sanggar Paripurna, yakni Tari Legong Keraton. Mengisahkan perjalanan Prabu (Adipati) Lasem yang ingin meminanh Putri Rangkesari, namun sang putri akhirnya jatuh ke pelukan Raden Panji dari Kahuripan.

Yang terakhir, yakni penampilan dari tim kesenian Kota Blitar Sanggar Sapu Jagat yang mengisahkan Tuwuh Daya Cakra Kanglinuwe, Cipta Rasa Karsa. Tri Rasa Tunggal, Tantra Adiraja Blitar.


End of content

No more pages to load