Pelaku yang sebelumnya dibekuk petugas di kawasan Jalan IR Rais saat beraksi (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

Pelaku yang sebelumnya dibekuk petugas di kawasan Jalan IR Rais saat beraksi (Anggara Sudiongko/MalangTimes)



Sahri pelaku pencurian sepeda motor yang tertangkap di Jalan IR Rais gang 9 (10/7/2019), ternyata seringkali beraksi dengan cara berkelompok. Setiap beraksi, pelaku selalu bersama rekannya dua sampai empat orang pelaku.

Hal tersebut  dibenarkan langsung Kapolsek Sukun, Kompol Anang Trihananta (12/7/2019). Dalam pengakuannya kepada petugas, pelaku memang selalu berkomplot dalam beraksi. Dalam setiap aksinya, pelaku juga selalu beraksi kisaran jam 24.00 wib hingga memasuki waktu subuh.

Setiap beraksi, pelaku selalu berangkat pada malam hari, jam 24.00 wib, kemudian beraksi hingga pagi Hari" jelas Polisi dengan satu melati di pundaknya itu.

Karena pelaku berkelompok, dalam setiap aksinya, pelaku tak hanya sekali beraksi, namun pelaku beberapa kali melakukan pencurian menggasak sepeda motor. Dan dalam mencari sasaran, pelaku melakukan aksinya secara acak, dengan berpencar memasuki wilayah perkampungan.

"Pelaku mencari sasaran secara sporadis. Setiap ada kendaraan yang memang berpeluang untuk dicuri langsung digasak pelaku. Setelah satu pelaku dapat motor, kemudian beraksi lagi dengan komplotannya. Setelah motor terkumpul, semua pelaku dapat motor, pelaku baru pulang," jelasnya.

Setelah itu, selanjutnya pelaku menjual motor curiannya kepada seorang penadah yang saat ini juga masih dalam pengejaran petugas.  Hasil penjualan motor curian, digunakan pelaku untuk kebutuha sehari-hari. "Saat ini petugas juga tengah mengejar tiga rekan pelaku yang memang berhasil kabur saat S tertangkap," ungkapnya.

Sebelumnya, Sahri beraksi di kawasan Jalan IR Rais, gang 9, Sukun, Kota Malang pada pukul 04.30 wib. Saat itu pelaku tak sendiri, ia beraksi bersama seorang temannya yang saat Sahri dihajar warga, temannya tersebut berhasik kabur terlebih dahulu.

Saat itu pelaku mengincar sebuah sepeda motor berjenis Yamaha Vixion bernopol EB 3512 IA milik dari Muklis (33), seorang dosen di Universitas Brawijaya yang diparkir di depan rumah.

Pelaku bisa ditangkap warga saat aksinya diketahui oleh  Hadi Sutrisno (22) tetangga pemilik motor. Saat itu,  Hadi melihat dua orang memakai masker yang duduk di atas motor Honda Beat yang berada di depan rumah korban.

Hadi yang merasa curiga dengan gerak-gerik kedua pelaku selanjutnya terus mengawasi pelaku. Dan benar saja kecurigaan Hadi. Beberapa saat kemudian pelaku lantas mendekati motor milik korban dan mencoba membawanya kabur. Hadi lantas langsung meneriaki pelaku maling.

Diteriaki maling, pelaku langsung mencoba kabur. Namun apesnya, Sahri berhasil dibekuk warga hingga sempat menjadi bulan-bulanan warga. Wajahnya penuh memar akibat puluhan bogem mentah yang melayang ke wajahnya. Sedangkan teman pelaku, berhasil kabur terlebih dahulu dengan meninggalkan sebuah motor Honda Beat.


End of content

No more pages to load