Purnama Seruling Penataran for BlitarTIMES

Purnama Seruling Penataran for BlitarTIMES


Editor

A Yahya


Dewan Kesenian Kabupaten Blitar kembali menyelenggarakan Purnama Seruling Penataran. Kegiatan tahunan pada malam bulan purnama bakal digelar di Candi Palah, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Pagelaran seni budaya akan menampilkan seniman lokal Blitar, Nusantara, mancanegara. Sebagai puncak acara akan disajikan karya Dewan Kesenian Kabupaten Blitar.

Sesuai tema Purnama Seruling Penataran kali ini yaitu Bubhuksah Dan Gagang Aking, Pagelaran yang dihelat pafa 16 Juli mendatang akan menampilkan karya sendratari dengan judul Bubhuksah dan Gagang. Tarian ini menceritakan salah satu relief yang terdapat pada pendopo teras Candi Palah. Cerita tersebut tentang perjalanan spiritual dua anak manusia hingga mencapai nirwana.

Selain karya Dewan Kesenian Kabupaten Blitar, Purnama Seruling Penataran kali ini juga menghadirkan Jaranan Pegon Blitar, Barongsai dan Liong Klenteng Poo An Kiong dan Barong dari Sanggar Mega Mendung Budaya yang mewakili penampil lokal. Meski berasal dari Blitar, Barongsai dan Liong Klenteng Poo An Kiong adalah representasi kesenian Nusantara. Sementara dari mancanegara akan hadir Rodrigo Parejo (Spanyol) dan Yuliana Meneses Orduno (Meksiko).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya tahun ini penjualan tiket dilakukan secara online melalui website www.purnamaserulingpenataran.com. Panitia menyediakan 304 tempat duduk VIP, 140 tempat duduk ekonomi, dan 400 tiket festival. Selain itu panitia juga menyediakan 50 tiket all access bagi wartawan, fotografer, maupun masyarakat umum yang ingin bergerak lebih bebas hingga ke area dalam Candi Palah.

"Adanya tiket pada penyelenggaraan Purnama Seruling Penataran beberapa tahun terakhir dimaksudkan agar kapasitas orang yang berada di dalam Candi tidak berlebihan," ungkap Wima Brahmantya, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Blitar sekaligus Penggagas dan Pembina Purnama Seruling Penataran.

Ditegaskannya, meski selalu menjadi magnet bagi masyarakat serta wisatawan lokal dan mancanegara, pihaknya tidak ingin helatan Purnama Seruling merusak bangunan cagar budaya di Candi Penataran. "Jangan sampai upaya kami menjadikan Purnama Seruling Penataran sebagai Panggung Persaudaraan dan Perdamaian Dunia justru akan merusak cagar budaya," tambahnya.(*)


End of content

No more pages to load