Kapolres Probolingg Kota AKBP Alfian Nurrizal, saat menjenguk korban ledakan di RSUD dr Muhammad Saleh (Agus Salam/Jatim TIMES)

Kapolres Probolingg Kota AKBP Alfian Nurrizal, saat menjenguk korban ledakan di RSUD dr Muhammad Saleh (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

A Yahya


Syaiful (49) korban ledakan di RT 3 RW 1 Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Rabu (10/7) siang kemarin, kakinya diamputasi. Hal itu dilakukan, karena jaringan kaki kanan korban, mati. Selain itu, tulang kaki korban hancur.

Hal itu diungkap direktur RSUD dr Mohamad Saleh, dr Rubiyati, Kamis (11/6) siang usai menjenguk korban di ruang rawat inapnya. Tidak banyak yang dikomentari Rubiyati, soal korban, mengingat yang menangani pasien yang tinggal di Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo bukan dirinya, tetapi, tim dokter bedah ortopedi.

Disebutkan, korban diamputasi karena jaringan kaki korban mati dan tulang kaki kanannya, rusak. Jika tidak diamputasi, kaki pria yang bekerja di gudang barang bekas milik Nurhasan (32) tersebut, membusuk. “Keputusan dokter yang menangani harus diamputasi. Mungkin khawatir kaki pak Syaoiful membusuk,” tandasnya.

Rubiyati mengatakan, operasi yang dilakukan Rabu malam, berlangsung lancar. Hingga Kamis siang, kondisi korban berangsur membaik. Saat ditanya, apakah korban mengalami luka bakar, ia  berterus terang, tidak tahu. “Kami tidak tahu karena yang menangani bukan kami. Tim dokter bedah ortopedi,” katanya ke sejumlah wartawan.

Rubiyati, kemudian menunjukkan hasil scan atau foto Rontgent kaki korban ke Kapolres Probolinggo Kota (Kapolresta) AKBP Alfian Nurrizal, yang mengunjungi korban. Selain untuk mengetahui kondisi pasien lebih dekat, Alfian menjenguk korban untuk menyampaikan tali asih. “Ini dari kami. Semoga bisa membantu pengobatan suami ibu,” ujar kapolresta ke istri korban sambil menyerahkan amplop ukuran sedang.

Kepada kapolresta, korban Syaiful mengaku, tidak tahu benda yang diinjaknya saat memanggul kerdus bekas. Tiba-tiba barang yang diinjak kaki kananya tersebut meledak hingga membuat dirinya roboh. “Enggak tahu saya pak. Tiba-tiba saya mendengar ledakan dahsyat. Saya langsung roboh. Saya enggak nyangka kaki saya jadi begini,” keluhnya.

Begitu tahu luka dikaki kanan Syaiful parah, Nurhasan pemilik gudang langsung membawa korban ke RSUD. Nurhasan tidak menunggu ambulan datang. Ia membawa Korban ke RSUD dengan kendaraan roda. “Bagaimana saya ini pak kapolres. Saya niatnya kerja. Eh malah kaki saya diamputasi. Enggak lama, saya kerja di sana,” tandasnya.

Mendengar keluhan korban, kapolresya memberi semangat dan meminta kepada perawat dan dokter yang menangani korban, untuk selalu mengecek perkembangan korban. Alfian juga berpesan, agar korban diperhatikan. “Bu direktur, kami berharap, pak syaiful perawatannya diperhatikan. Agar cepat sembuh dan segera pulang,” katanya singkat.

Kedatangan kapolresta ke ruang Bougenvile, tempat Syaiful menjalani rawat inap menjadi perhatian pengunjung RSUD. Mereka yang awalnya berpencar, berkumpul diluar ruangan dan tidak berani masuk. Bahkan diantara mereka ada yang mengabadikan kunjungan kapolresta ke ruangan kelas 3 tersebut. Meski tidak tahu, namun mereka tidak berani bertanya ke petugas yang menjaga di luar ruangan. Pengunjung hanya bisanya saling pandang dan melirik ke kanan-kiri, tanda kebingungan

Seperti diberitakan sebelumnya, Syaiful yang baru 2 minggu bekerja di gudang barang bekas milik Nurhasan, terkena ledakan. Hingga kini polisi belum mengetahui, benda yang meledak di kaki kanan korban. Petugas polresta masih menyelidiki dan mendalami kasus yang sempat mengkagetkan warga sekitar dan pengendara yang melintas di jalan SUnan Bonang, depan gudang.

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load