Pengumuman yang diterbitkan RW 02 Tebo Selatan Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang (Istimewa)

Pengumuman yang diterbitkan RW 02 Tebo Selatan Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang (Istimewa)



Publik kembali digegerkan dengan sebuah surat tata tertib yang diterbitkan RW 02 Tebo Selatan Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. 

Lantaran surat pengumuman yang sudah menyebar luas di media sosial itu menunjukkan aturan iuran yang mencapai jutaan rupiah.

Foto surat tata tertib itu diunggah oleh akun bernama Cintya Laksono di grup Facebook Komunitas Peduli Malang. 

Baru dua jam diunggah, sudah ada 2.600 lebih komentar yang membanjiri. 

Unggahan itu pun mendapat beragam respons dan telah dibagikan sebanyak 84 kali. 

Sebagian besar warganet menilai jika iuran yang dicantumkan tersebut tidak seharusnya dilakukan.

"Perasaan jasa notaris aja cuma sekitar 1,5 persen dari nilai transaksi. Ini bukan notaris tapi minta 2 persen," tulis akun Sinta sembari memberi emoji sedih.

"Maringono akeh sing nyalono RT warga e (setelah ini bakal banyak warganya yang mencalonkan diri sebagai Ketua RT; red) timpal Iwed Erdianto sembari memberi emoji tertawa.

"Seng nomor 2 (yang nomor 2; red) ada yang bisa menjelaskan? Saya masih belum mudeng Pak RT," tambah Rara Faramoda.

Sementara itu, saat coba diteliti dalam surat pengumuman itu memang tercantum beberapa biaya yang harus dikeluarkan warga setempat. 

Mulai dari iuran bagi warga yang baru pindah ke lingkungan RW 02 Tebo Selatan Kelurahan, kompensasi jual beli tanah, hingga denda yang harus dibayarkan bagi warga yang melakukan tindak asosial.

Seperti dalam poin kedua tata tertib misalnya. Dijelaskan jika warga baru yang pindah ke lingkungan RW 02 harus mengisi kas RW dengan ketentuan Rp 1,5 juta untuk warga yang pindah dan menetap. 

Disebutkan juga jika iuran tersebut termasuk dalam biaya makam non perumahan. 

Sedangkan untuk kategori pindah kontrak mengisi kas RW sebesar Rp 250 ribu, dan Rp 50 ribu untuk warga kos per kamar.

Selanjutnya pada poin ketiga disebutkan jika warga yang melakukan transaksi jual beli tanah dan rumah wajib melapor kepada Ketua RT setempat untuk kemudian mendapat pendampingan dari Ketua RT yang bersnagkutan.

Selanjutnya pihak penjual memberikan kompensasi sebesar dua persen dari hasil transaksi.

Kemudian pada poin kelima dijelaskan jika setiap warga RW 02 Tebo Selatan wajib lapor ketika ada tamu yang datang. 

Jika selama tiga kali 24 jam tak melapor, maka warga yang berangkutan akan mendapat denda sebesar Rp 1 juta dan dilaporkan kepada pihak berwajib.

Sementara pada poin ketiga menekankan pada larangan berbuat asusila. Bagi warga yang melakukan perzinaan disebutkan jika akan didenda Rp 1,5 juta. 

Sedangkan warga yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akan didenda Rp 1 juta dan denda Rp 500 ribu bagi warga yang menggunakan atau menjual narkoba serta minuman keras.

Terakhir pada poin ketujuh dijelaskan agar warga yang hendak melaksanakan hajatan dan mengundang banyak khalayak untuk mengisi mas RW sebesar Rp 100 ribu. 

Selain itu wajib untuk membuat laporan paling lambat tiga hari sebelum acara dimulai.

Pengumuman itu lantas ditandatangani oleh Ketua RW 02 dengan titik terang nama Ashari.


End of content

No more pages to load