Pelaku yang ditangkap dan usai dihakimi warga (istimewa)

Pelaku yang ditangkap dan usai dihakimi warga (istimewa)



Tak pernah puas, nampaknya itulah yang dialami Sahri (45) warga Gedangan Kidul, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang sebagai seorang pencuri. Namun rasa tak puasnya tersebut, justru membuatnya apes. Sebab usai sukses dalam aksi pertama menggasak sebuah sepeda motor di kawasan Dinoyo (10/7/2019) memasuki waktu subuh, pelaku kembali beraksi. Namun pada aksi kedua tersebut justru panen bogem dari warga.

Pada aksi kedua,  pelaku beraksi di kawasan Jalan IR Rais, gang 9, Sukun, Kota Malang pada pukul 04.30 wib. Saat itu pelaku tak sendiri, ia beraksi bersama seorang temannya. Namun, temannya berhasil kabur terlebih dahulu.

Saat itu pelaku mengincar sebuah sepeda motor berjenis Yamaha Vixion bernopol EB 3512 IA milik dari Muklis (33), seorang dosen di Universitas Brawijaya yang diparkir di depan rumah.

Pelaku bisa ditangkap warga saat aksinya diketahui oleh  Hadi Sutrisno (22) tetangga pemilik motor. Saat itu, Hadi melihat dua orang memakai masker yang duduk di atas motor Honda Beat yang berada di depan rumah korban.

Hadi yang merasa curiga dengan gerak-gerik kedua pelaku selanjutnya terus mengawasi pelaku. Dan benar saja kecurigaan Hadi. Beberapa saat kemudian pelaku lantas mendekati motor milik korban dan mencoba membawanya kabur. Di situ Hadi lantas langsung meneriaki pelaku maling.

Diteriaki maling, pelaku mencoba kabur. Namun apesnya, Hadi berhasil dibekuk warga hingga sempat menjadi bulan-bulanan warga. Wajahnya penuh memar akibat puluhan bogem mentah yang melayang ke wajahnya. 

Beruntung saat itu, petugas segera datang ke lokasi dan mengamankan pelaku sehingga nyawa pelaku bisa terselamatkan. Sedangkan teman pelaku, berhasil kabur terlebih dahulu dengan meninggalkan sebuah motor Honda Beat. "Pas tau dibawa langsung saya teriaki maling. Sebelumnya saya juga sempat melihat di medsos Ada yang kehilangan motor juga di daerah Dinoyo. Dan setelah dicocokkan ternyata benar motor beatnya itu," jelasnya.

Sementara itu Kapolsek sukun Kompol Anang Tri Hananta, membenarkan adanya kejadian curanmor tersebut. Pihaknya menjelaskan, jika saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap rekan pelaku. Namun saat ini, pihaknya masih belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai kasus tersebut, sebab penyidikan masih dilakukan. "Benar, ada curanmor, masih pengembangan," pungkasnya.


End of content

No more pages to load