Mimbar bebas yang digelar di kantor DPC PDIP Surabaya

Mimbar bebas yang digelar di kantor DPC PDIP Surabaya



Massa dari partai PDIP yang jadi pendukung Whisnu Sakti Buana berkumpul di kantor DPC PDIP Surabaya di Jalan Kapuas, Kecamatan Tegalsari. Puluhan massa ini berkumpul pada Selasa (9/7) malam, mulai pukul 19.00 WIB.

Mereka berkumpul di lokasi diadakannya mimbar bebas. Yaitu sebuah orasi dukungan kepada WS sapaan dari Whisnu. Namun sebelumnya kegiatan lebih dulu dibuka dengan istighotsah bersama.

Ada sebanyak 28 pengurus anak cabang (PAC) di tingkat kecamatan yang berkumpul. Sementara tiga lainnya memilih tidak hadir. Yaitu, PAC Rungkut, PAC Gununganyar dan PAC Tenggilis Mejoyo.

Sebanyak 28 PAC ini tetap kukuh pada pendirian awal. Yaitu, menolak adanya kepengurusan baru di DPC PDIP Surabaya. Mereka adalah Adi Sutarwiyono selaku ketua, Baktiono selaku sekretaris dan Taru Sasmita selaku bendahara.

Puluhan pengurus PAC ini tetap pada pilihan awal. Yaitu, mendukung nama Whisnu Sakti Buana selaku petahana. Karena nama Whisnu dianggap sudah terpilih secara aklamasi juga pada musyawarah cabang yang digelar bulan Juni sebelumnya.

Ketua PAC PDIP Kecamatan Simokerto Tri Widyanto menyatakan aksi mimbar bebas ini diadakan berangkat dari sebuah rasa keprihatinan. "Kami di sini tidak ada yang menggerakkan. Ini spontanitas dari kawan PAC, ranting dan anak ranting," ujarnya.

Wiwid sapaan akrabnya mengatakan keputusan yang diambil dalam Rakercab digelar pada awal Juli ini adalah masih rancangan rekomendasi. "Namun tahapan yang dilakukan oleh partai tidak mengakomodir arus bawah. Itu lah yang membuat kami kecewa," sesalnya.

Wiwid berharap Rakercab yang digelar kemarin setidaknya membacakan hasil rekomendasi atau rancangan rekomendasi musyawarah cabang yang digelar lebih dahulu sebelumnya. "Itu dilalui oleh partai. Itu dilalui oleh kawan-kawan DPP," tegasnya.

Dan yang membuat kaget menurut dia yang dibaca malah DPP memutuskan rancangan rekomendasi ketua cabang PDIP Surabaya. "Di mana strukturnya ketua Adi Sutarwiyono, sekretaris Baktiono dan bendahara Taru Sasmita,"  lanjut Wiwid.

Karena itu para pengurus PAC pun merasa kecewa atas adanya keputusan itu. "Maka langkah kami melawan. Bentuk perlawanan kami seperti ini," tegasnya.

Yang akan dilakukan pihaknya selama keinginan tidak terkabul adalah terus mengadakan mimbar bebas. Selain itu juga akan menduduki kantor. "Ketika masih demisioner," tutur Wiwid.

Wiwid menambahkan saat ini DPC masih dianggap demisioner. Sebab, pada saat Rakercab sidang ditunda karena mengalami Deadlock. "Kalau ada yang mengklaim sebagai pengurus tunjukkan SK yang mana? Karena kemarin yang dibacakan pendamping DPP yaitu sebuah rancangan rekomendasi. Jadi belum ada rekomendasi, apalagi putusan," imbuhnya.


End of content

No more pages to load