Tanaman apel di Junggo Tulungrejo Kota Batu

Tanaman apel di Junggo Tulungrejo Kota Batu


Pewarta

Editor

Redaksi


Sebutan De Kleine Zwitserland untuk Kota Wisata Batu (KWB), membuat sebagian orang terus bertanya-tanya. 

Sebab, penyematan nama itu punya beberapa alasan dan arti. 

Apalagi, Pemerintah Kolonial Belanda mempopulerkan De Kleine Zwitserland atau Swiss Kecil yang berada di tanah Jawa.

Pada suatu waktu, pernah orang dari Jakarta datang ke Kota Batu. 

Dia sempat keliling dan membaca reklame besar yang bertuliskan De Kleine Zwitserland untuk Kota Wisata Batu.

Dalam benaknya spontan terlintas, apanya yang mirip dengan negara di Eropa Tengah itu?. 

Bahkan, dengan negara yang terdiri dari tiga wilayah geografi: Alpen Swiss di Selatan, Plato Swiss di Tengah dan pegunungan Jura di sebelah Barat, sangat berbeda.

Dia pun mengungkapkan, mulai bangunan, gedung-gedung menjulang tinggi, dan bertingkat. 

Kemudian, kotanya sangat bersih dan tertata rapi. Ditambah dengan banyak mall, serta toko-toko bertaraf internasional.

Lalu, bagaimana dengan Kota Apel...? Apa yang memiliki kesamaan..? Tentu mendengar seperti itu, membuat warga Batu akan tersipu malu dan terdiam. 

Apalagi belum pernah terbang ke negara yang berbatasan dengan Jerman, Prancis, Itali, Australia, dan Liechtenstein. 

Dan melihat langsung pegunungan Alpen juga nyanyian lagu kebangsaan Schweizerpsalm. Serta keliling ibu kota Bern.

Bagi penulis, ini rupanya ada perbedaan persepsi yang dimaksud "De Kleine Zwitserland". 

Di kota yang memiliki tiga kecamatan ini tidak hanya memiliki pemandangan eksotik dan hawa udara yang sejuk. 

Namun, posisi geografis Kota Apel diapit oleh tiga gunung: Gunung Panderman, Gunung Arjuna,  dan Gunung Welirang. Seolah gunung-gunung mengelilingi Kota Batu ini.

Ini terlihat sama persis dengan pengalaman penulis saat datang ke negara yang memiliki mata uang Franc Swiss itu. 

Di negara yang juga penghasil buah dan sayur terdapat sederet gunung dengan di bawahnya terbentang luas tanaman anggur. 

Para petani sangat terampil untuk menyangga tanaman anggur dengan bambu-bambu kecil. Supaya tanaman anggur bisa berdiri tegak.

Hal itu, mirip dengan kondisi di Kota Batu yang tipikal berbukit. Topografi yang bergunung-gunung, serta bersuhu udara rata-rata 15 sampai 19 derajat celsius. 

Dan para petani yang gemar menanam hingga terbentang tanaman apel dengan buahnya yang ranum. Serta memiliki varietas jenis apel seperti: apel manalagi, apel romebeauty, anna, dan apel wangling.

Sepanjang mata memandang dari atas gunung hanya pohon apel yang tampak. Seolah-olah hanya hamparan pengunungan apel saja yang tumbuh. 

Dan perlu diketahui, para pemudanya mampu membaca situasi. Sebab, tanah kelahirannya telah dilirik dan menjadi jujukan para wisatawan luar untuk datang ke KWB tercinta ini.

Sebagian para pemuda pun ada yang berhasil membuat wahana wisata baru: "Wisata Petik Apel". 

Para wisatawan yang datang bisa diajak langsung ke lahan apel dan merasakan sensasi rasanya memetik apel sendiri.

Untuk memanjakan wisatawan, bisa langsung memakan  di tempat. Di lahan pertanian apel. Tentu dengan biaya yang tidak begitu mahal. 

Itu artinya, tidak semua orang pernah melihat, menanam, dan memanen buah apel secara langsung. Sebab, tidak semua daerah pegunungan bisa cocok ditanami tanaman apel.

Nah, jika pemerintah kolonial Belanda

waktu itu menjuluki Kota Apel sebagai De Kleine Zwitserland. Itu artinya bukan dari megahnya bangunan dan perluasan jalan. 

Namun dari kesejukan udara dan suasana pegunungan yang membuat semua orang betah tinggal dan nyaman di Kota Dingin ini.

Anda tidak percaya...? Datang dan nikmati keindahan, kesejukan, kenyamanan, serta keramahan warga di Kota Wisata Batu. Dijamin pasti betah tinggal di kota dengan julukan kota agropolitan ini. 

Dan jangan lupa membawa baju tebal ala baju musim dingin di Eropa. Sambil Anda membayangkan berada di daratan Swiss yang dingin dan menyenangkan. Silahkan datang.

 

Penulis : Mistin Mpd (Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pendidikan)  Kota Batu. 


End of content

No more pages to load