Aktivitas di tambang pasir Kaliputih Kab Blitar
Aktivitas di tambang pasir Kaliputih Kab Blitar

Rencana pelegalan aktivitas tambang pasir di Sungai Kali Putih, Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar belum ada komunikasi dengan pihak Kesatuan Perhutani Pemangkuan Hutan (KPH) Blitar.

Padahal, rekomendasi kepada para penambang agar mendapat izin eksploitasi pasir di kawasan tersebut nyaris tak mungkin diberikan Perhutani.

Sebab, bertentangan dengan tugas pelestarian hutan yang diemban perusahaan milik negara itu.

"Jelas tidak mungkin kami akan rekomendasikan. Itu kan bertentangan," kata Wakil Administratur Perhutani KPH Blitar, Sarman.

Dia mengungkapkan, selain di Desa Sumberagung, aktivitas penambangan pasir terjadi di area lain. Misalnya Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari. 

Selama ini, Perhutani enggan bersitegang dengan warga mengais rezeki dari aktivitas tambang.

Dengan sejumlah pertimbangan, salah satunya urusan mata pencaharian warga lokal.

Mengenai luasan area Perhutani yang terdampak aktivitas pertambangan, Sarman mengaku, belum memerinci secaa detail. 

Menururnya, sepanjang aliran di Kali Putih yang kini menjadi ladang pencaharian warga, berada di kawasan Perhutani. 

"Kalau dari kanan kiri sungai di tarik 10 meter saja, berarti sudah ada 20 meter. Tinggal mengalikan panjang Kali Putih dieksploitasi tambang pasir," tuturnya.

Terkait rencana Satpol PP Provinsi Jatim dan dinas lingkungan hidup (DLH) yang kini berusaha memfasilitasi izin bagi para penambang, Sarman mengatakan, hal itu persoalan lain. 

Artinya, memang butuh penanganan lintas sektor dalam kasus tambang ilegal di Kali Putih. 

"Kalau kami sendiri ya jelas tidak mungkin memberikan rekomendasi untuk dapat izin. Tapi kalau ada upaya stakeholder lain, beda lagi. Yang jelas, hingga kini belum ada jadwal atau pertemuan untuk membahas masalah ini," tandasnya.

Menurut dia, adanya izin tambang bisa sedikit mengurangi dampak dari aktivitas penambangan pasir. Sebab, dalam izin terdapat sejumlah batasan-batasan aktivitas pertambangan pasir.

Dengan kata lain, telah dipetakan lokasi-lokasi atau kedalaman area yang dieksploitai sumber daya alam di lokasi.

Dengan begitu, lanjut dia, para penambang tidak asal mengeruk pasir dan menyebabkan dampak lebih besar. 

"Mereka kan hanya main ambil begitu saja. Sampai-sampai mengenai pipa air yang ada di area Kali Putih," pungkasnya.(*)