Dwi Riadi Tersangka Pencurian dan pemberatan / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

Dwi Riadi Tersangka Pencurian dan pemberatan / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES


Editor

A Yahya


Hanya berselang beberapa hari dari kejadian, aksi pencurian yang terjadi di bengkel las desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung akhirnya terungkap. Pencurian yang diketahui pada Senin (01/07) lalu baru dilaporkan pada esok harinya ke polisi, pada perjalanan penyelidikan polisi dapat membekuk pelaku.
"Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku dapat kita ungkap dan langsung kita amankan," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas AKP Sumaji kepada tulungagungtimes.com.

Pelaku yang telah mencuri peralatan bengkel milik Zaenal Abidin (28) warga desa Wonorejo itu adalah Dwi Riadi (47) warga jalan Dr Sutomo Gg II/37 Kelurahan Tertek Kecamatan /Kabupaten Kota Tulungagung.

Sumaji juga mengungkapkan kronologi kejadian bermula pada hari Senin tanggal 01 Juli 2019 sekira jam 08.30 Wib Zaenal datang ke bengkel las bersama saksi bernama  Muhamad Ali Mustofa yang terletak di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol. 
"Setelah masuk bengkel las  dan membuka lemari penyimpanan barang berupa 2 Mesin las, 1 Cuting potong besi, 1 Bor tangan dan 1 Grenda tangan miliknya tidak ada didalam lemari," ungkapnya.

Selanjutnya Zaenal mencari di sekitar tempat kerja serta menanyakan kepada karyawannya juga tidak ada yang tahu. Dia lalu memeriksa ruang kerjanya didapati pintu jendela tidak terkunci dan juga menemukan tas kain warna hijau di tempat kerjannya," papar Sumaji.

Kemudian Zaenal juga mendapat informasi kalau ada orang yang mau menjual mesin las di Kelurahan Tretek, setelah dicek barang berupa mesin las tersebut adalah mesin las milik Zaenal. "Korban melaporkan kejadian tersebut Polsek Sumbergempol dan langsung ditindaklanjuti dan pelaku dapat segera diamankan," tegasnya

Polisi juga menyita barang bukti diantaranya 2 mesin las warna merah, 1 Cuting potong besi merk Maktec, 1 Bor tangan merk Makita, 1 Grenda tangan merk Makita, 1 buah palu dan 1 buah tatah dan 1 buah obeng. Atas perbuatannya, Dwi Riadi terancam pidana berupa tindakan pencurian dengan pemberatan pasal 363 ayat (1) ke 3e KUHP.


End of content

No more pages to load