Bupati Jember didampingi Wabup dan pihak Bank BTN saat menyerahkan tumpeng kepada 8 perwakilan pedagang pasar (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Bupati Jember didampingi Wabup dan pihak Bank BTN saat menyerahkan tumpeng kepada 8 perwakilan pedagang pasar (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)



Pemerintah Kabupaten Jember kembali menggelar tasyakuran ‘nganyari’ pasar bersama ratusan pedagang Kamis (4/7/2019) sore. 

Sedikitnya ada 8 pasar yang di ‘slameti’ atau disyukuri oleh Pemkab Jember bersama pedagang, yakni Pasar Menampu Gumukmas, Pasar Bungur Gebang Patrang, Pasar Kalisat, Pasar Petung, Pasar Tanjung, Pasar Tegal Boto, Pasar Tegal Besar dan Pasar Umbulsari.

“Hari ini kita undang ratusan pedagang untuk slametan bersama, slametan nganyari pasar ini merupakan kedua kalinya, ada 8 pasar yang dislameti hari ini, sebelumnya kami bersama pedagang juga slametan nganyari 4 pasar yang sudah direvitalisasi,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR dengan didampingi wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief.

Dalam tasyakuran ‘nganyari’ pasar yang digelar di Aula PB. Sudirman Pemkab Jember ini, bupati juga memberikan asuransi kesehatan bagi pedagang yang berusia di atas 40 tahun, suransi ini bentuk penghargaan Pemkab Jember kepada masyarakat yang masih produkti di usia yang tidak muda lagi.

“Ada ratusan pedagang yang usianya diatas 40 tahun, bahkan ada yang usianya sudah 70 tahun, tapi mereka masih sehat dan tetap bekerja tanpa menggantungkan orang lain, mereka adalah orang-orang yang mandiri, dan ini kami apresiasi,” ujar Bupati.

Sedangkan mengenai pasar Manggisan Tanggul yang sampai saat ini belum juga selesai dikerjakan, Bupati meminta agar pedagang bersabar dulu, hal ini dikarenakan masih adanya beberapa persoalan yang harus diselesaikan.

“Untuk pedagang yang di pasar Manggisan, saat ini masih menempati tempat relokasi, jadi bersabar dulu, dan mengenai penanganan yang ada di kejaksaan, kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kejaksaan untuk menjalankan tugasnya, kalau memang ada yang tidak beres, silahkan ditindak, tapi saya percaya kepada ULP (Unit Layanan Pengadaan), bahwa mereka sudah bekerja sesuai dengan aturan,” pungkas Bupati. (*)


End of content

No more pages to load