Ilustrasi.(Foto : google images)
Ilustrasi.(Foto : google images)

Gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 dalam waktu dekat akan dimulai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar tengah mengajukan proposal anggaran ke pemerintah daerah. Kemungkinan kebutuhan anggaran pilkada nanti jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

“Ada sejumlah pengadaan logistik yang harus dilaksanakan sehingga anggarannya kemungkinan lebih besar,” ujar Ketua KPU Kabupaten Blitar Hadi Santoso.

Sebagian besar anggaran ini untuk mencukupi kebutuhan logistik selama penyelenggaraan pemilu. Misalnya, kotak suara untuk pilkada. Direncanakan dalam pilkada nanti menggunakan kotak suara dari karton sebagaimana pemilu beberapa saat lalu. Itu membutuhkan biaya yang tak sedikit. Mengingat ada ribuan TPS yang bakal menjadi sarana untuk menggunakan hak pilih.

Hal ini berbeda dengan Pilkada 2015 lalu. Yang tidak perlu melakukan pengadaan kotak suara karena sudah ada kotak suara dari pilkada atau pemilu sebelumnya. “Kami belum bisa sampaikan besarannya sekarang karena saat ini dalam proses pengajuan,” tuturnya.

Dia khawatir nilai pengajuan dengan realisasi atau kemampuan keuangan daerah berselisih jauh dan menimbulkan polemik di masyarakat.

Proposal kebutuhan anggaran pilkada tersebut dalam tahap rasionalisasi. Termasuk KPU sudah beberapa kali pemaparan atau presentasi terkait kebutuhan tersebut. baik kepada pemerintah daerah maupun legislator. Masih ada tarik ulur anggaran yang bakal dihibahkan pemerintah daerah kepada penyelenggara pemilu ini.

Dia mengungkapkan, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Wali Kota, dan Bupati, menjadi UU, dituliskan pelaksanaan pilkada tahun 2020, tepatnya 23 September. “Tahapan dan jadwalnya masih dalam kajian oleh KPU dan kemarin masih uji publik. Kita menunggu itu,” terangnya.

Dia mengaku, ada instruksi dari KPU RI agar KPU daerah melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (DPB) yang acuannya data pemilih dalam pemilu beberapa waktu lalu. Pihaknya memperkirakan pergeseran data pada Pilkada 2020 tidak begitu jauh dari gelaran pesta demokrasi sebelumnya.(*)