Ketua Komisioner KPU Tulungagung,  Mustofa (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)
Ketua Komisioner KPU Tulungagung, Mustofa (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)

Pelaksanaan Pemilu 17 April lalu masih menyisakan duka. Betapa tidak, banyak penyelenggara pemilu yang meninggal akibat kelelahan saat melaksanakan tugasnya.

Sama halnya di Tulungagung. Di kota marmer ini setidaknya ada 6 petugas yang meninggal dunia dan puluhan lainya harus dirawat setelah melaksanakan tugasnya.

Sayang sudah sekian lama, tunjangan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang dijanjikan bagi petugas yang meninggal dunia dan dirawat, hingga kini belum juga cair.

“Kalau dari KPU RI dan Pemerintah Pusat untuk Tulungagung masih realisasi 1, itupun yang meninggal,” ujar Ketua Komisioner KPU Tulungagung, Mustofa.

Pria ramah ini melanjutkan, untuk sisanya hingga saat ini masih proses, pihaknya masih menunggu kabar dari KPU RI terkait tunjangan itu.

“Namun demikian sudah ada yang menerima santunan dari Provinsi sebanyak 5 ahli waris,” terangnya lebih lanjut.

Pihaknya tidak mengetahui pasti kendala pencairan tunjangan bagi petugas yang meninggal. Namun dirinya menduga lantaran hingga saat ini proses di KPU pusat belum selesai.

“Perhari ini KPU RI masih belum selesai tahapan, masih ada PHPU dan penetapan,” tutur pria berkacamata itu.

Saat disinggung adanya persyaratan yang menjadi kendala bagi pencairan tunjangan, seperti adanya rekam medic petugas yang dirawat, Mustofa membenarkan hal itu.

“Saat dilakukan peng-klaim-an ke kementerian keuangre masih ada persyaratan yang belum terpenuhi, sehingga terpaksa belum bisa direalisasikan,” kata Mustofa.

Pihaknya sudah mengusahakan untuk melengkapi sebagian rekam medis bagi petugas yang dirawat. Jika memang tidak ada, persyaratan itu diusahakan dengan persyartan lainya.

“Jika rekam meers itu tidak ada, kita usahakan yang lain sebagai pengganti, surat keterangan bukti perawatan dari rumah sakit atau puskesmas,” ujar Mustofa.

Hingga saat ini masih belum ada kepastian dari KPU RI kepadanya terkait pencairan tunjangan itu.

“Kita masih menunggu, kita masih belum tahu,” tandas Mustofa.

Seperti diketahui, dalam pelaksanaan pemilu di Tulungagung ada 6 orang meninggal. 3 anggota KPPS dan 3 Linmas, untuk yang dirawat sebanyak 24 orang.

Untuk petugas yang sakit, pemerintah daerah sudah menggratiskan biaya pengobatanya.