Kapolres Tulungagung AKBP Topik Sukendar (baju hitam)  bersama Dandim Tulungagung, Letkol Inf Wildan Bahtiar. (foto :  joko pramono/jatimtimes)

Kapolres Tulungagung AKBP Topik Sukendar (baju hitam) bersama Dandim Tulungagung, Letkol Inf Wildan Bahtiar. (foto : joko pramono/jatimtimes)



Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar  mengancam botoh (penjudi) untuk tidak masuk ke Tulungagung saat pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 9 Juli nanti. “Pada pilkades 9 Juli ini, jangan ada (botoh) yang bermain,” tandas kapolres.

Dirinya sudah memerintahkan kepada kasat reskrim untuk mendata para botoh, baik yang berada di dalam maupun di luar kabupaten Tulungagung. “Pengalaman pIlkades sebelumnya, kan pasti ada data-datanya,” ujar perwira dengan dua melati di pundaknya itu.

Kapolres menganggap pilkades untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan. Para botoh biasanya hanya mencari kepentingan pribadi dengan memanfaatkan momen pilkades.

“Kalau kita hanya berpikir kepentingan kelompok atau individu dan tidak mementingkan persatuan dan kesatuan, itu kena pasal mengganggu ketertiban umum,” ucap Tofik.

Pilkades di Tulungagung akan berlangsung di 239 desa dari 257 desa yang ada. Mereka tersebar di 18 kecamatan.  Ada 662 calon kepala desa yang mengikuti pertarungan menjadi orang nomor 1 di desa masing-masing. 

Jumlah pemilih yang terdaftar sejumlah 747.696 orang. Jumlah tempat pemungutan suara sebanyak 821.

 


End of content

No more pages to load