Kapolres Tulungagung (kiri) dan Wakapolres saat menasehati para pelaku (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Kapolres Tulungagung (kiri) dan Wakapolres saat menasehati para pelaku (foto : Joko Pramono/Jatim Times)



4 pengedar sabu-sabu diamankan oleh Sat Reskoba Polres Tulungaugung. 2 diantaranya merupakan wajah lama.

Penangkapan ke 4 nya dilakukan pada Kamis (27/6/19) lalu di 2 tempat berbeda.AB (25, Lk) dab WG (25,Lk) ditangkap di Desa Balerejo Kecamatan Kauman. 

Sedang 2 residivis ES (31, Lk) warga Desa Bungur Kecamatan Karangrejo dan ED (31, Lk) warga Desa Moyoketen Kecamatan Boyolangu ditangkap di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu.

Dari tangan AB diamankan sejumlah barang bukti 15 poket sabu dengan berat 10,13 gram, 13 ribu pil double L, uang 50 ribu dan 1 bong (alat hisap sabu).

Sedang dari tangan ES diamankan satu poket sabu sebesar 10 gram, 2 ribu pil double L, uang 25 ribu dan 1 HP.

“1 kelompok amatir, baru satu kali melakukan dan 1 kelompok merupakan residivis,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar.

Kelompok amatir merupakan kurir dan kelompok lainya merupakan penyuplai.

Barang haram tersebut diperoleh pelaku dari luar kota dan dalam proses lidik oleh pihak berwajib.

“jila dirupiahkan kurang lebih senilai 35 juta rupiah,” terang Kapolres.

Peredaran sabu, kata Kapolres sudah mulai merambah ke desa-desa. Penikmat barang haram ini pun sudah dinikmati oleh masyarakat awam.

Jika biasanya peredaran sabu berada di wilayah timur Tulungagung, wilayahnKecamatan Ngunut. 

Dengan penangkapan ini menandakan peredaran sabu sudah mulai menyebar ke wilayah lainya yang belum tersentuh pengedar lainya.

“Tak hanya folus ke 1 lokasi saja tapi melihat pasar, ada persaingan yang kosong dia akan masuk,” papar Kapolres.

Tidak menutup kemungkinan ada pengedar lainya yang masih bermain dalam bisnis haram ini. 

Peredaran narkoba merupakan kejahatan luar biasa. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi penegak hokum di Indonesia.

“Kita akan terus gencarkan memberantas narkoba ini,” tandas Kapolres dengan tegas.

Sementara itu salah satu tersangka yang ditangkap, ES akan melangsungkan pernikahanya pada nulan depan. 

Dipastikan ES akan melangsungkan pernikahanya dari balik jeruji besi. ES mengaku mendapat fee setiap pengiriman sabu.

“Setiap pengiriman saya dapat 100 ribu,” ujar ES.

 


End of content

No more pages to load