Ilustrasi bb ganja (okezone)
Ilustrasi bb ganja (okezone)

Melkirius Koko (39) warga Jalan Gotong Royong Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus berpindah tidur dari kasur empuk dan meringkuk di sel tahanan polisi.S

Ia ditangkap Satrekoba Polres Malang Kota, lantaran diketahui menjadi perantara dan pengguna daun Cannabis alias ganja.

Saat tertangkap, dari tangan Melkirius, ditemukan beberapa barang bukti berupa dua linting rokok ganja dan satu paket ganja dengan total berat 2,70 gram.

Melkirius, yang sehari-harinya tinggal di kawasan Jl Raya Jetis, Gang Sidodadi, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, ditangkap setelah petugas sebelumnya berhasil membekuk dua warga negara asing yang juga terlibat kasus narkoba.

Dua warga asing yang saat ini masih dalam pengembangan tersebut, mengaku jika barang haram yang dimiliki, salah satunya didapat dari Melkirius. Dari situ, petugas selanjutnya langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku.

Kasat Reskoba Polres Malang Kota, AKP Samsul Hidayat menjelaskan, saat tertangkap, pelaku mengaku bukanlah seorang pengedar, melainkan hanya seorang pengguna saja. Saat itu, ia mengaku hanya dititip barang haram tersebut oleh temannya.

Ia sendiri memakai barang haram tersebut, sejak duduk dibangku SMA. Dan alasannya memakai barang tersebut, juga cukup konyol. Sebab, ia mengaku mengkonsumsi ganja agar kecanduannya terhadap minuman keras atau minuman beralkohol hilang.

"M ini membeli barangnya seharga Rp 200 ribu. Dia ditangkap saat berada di kawasan Sengkaling," bebernya

Akibat perbuatannya, sarjana lulusan jurusan Administration Negara ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dibalik jeruri besi Polres Malang Kota. Pelaku terancam pasal 114 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman sampai 20 tahun.