Putusan MK menolak seluruh gugatan Prabowo, membuat Jokowi melenggang untuk 2 periode (Ist)

Putusan MK menolak seluruh gugatan Prabowo, membuat Jokowi melenggang untuk 2 periode (Ist)



Akhirnya majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengambil keputusan akhir terkait sengketa Pilpres 2019. Sembilan hakim konstitusi membacakan seluruh dalil dan memutuskan menolak seluruh gugatan yang dimohonkan oleh pemohon, yakni pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menariknya adalah respons dari dua belah kubu yang bersengketa. Dari data survei yang dilansir oleh Kompas, masih terdapat responden yang tidak menerima apa pun hasil yang telah diputus Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (27/06/2019) malam kemarin.

Dari 536 responden di 17 kota besar Indonesia yang disurvei melalui telepon secara acak dan proporsional dengan tingkat kepercayaan 75 persen, didapatkan hasil yang cukup beragam dari dua belah kubu. Persentase responden yang menjawab pertanyaan terkait menolak apa pun hasilnya dari kubu Prabowo-Sandiaga, angkanya mencapai 36,8 persen. Sedangkan di kubu Jokowi-Ma'ruf sebesar 2,3 persen.

Sedangkan pertanyaan menerima hanya Jokowi menang, di kubu Prabowo angkanya juga terbilang kecil, 0,7 persen. Sebaliknya, pertanyaan hanya menerima Prabowo menang, di kubu Jokowi sebesar 0,4 persen.

Data survei itu menunjukkan masih adanya persoalan besar bagi Jokowi untuk bisa mempersatukan kembali seluruh rakyat Indonesia, seperti yang diungkapkannya setelah putusan MK selesai.  "Putusan MK  bersifat final dan sudah seharusnya kita semuanya menghormati. Saatnya kembali bersatu membangun bangsa Indonesia," ucap Jokowi yang didampingi Ma'ruf Amin dalam pernyataannya kemarin malam.

Cukup menggembirakan adalah adanya hasil survei yang menyatakan menerima apa pun hasil yang telah diputuskan. Di kubu Jokowi 96,4 persen menerima apa pun hasilnya sebelum MK memutuskan sengketa. Sedangkan di kubu Prabowo dengan angka 53,5 persen.

Hal ini tidak terlepas juga dengan apa yang disampaikan oleh Prabowo setelah putusan diketuk palu hakim MK. Secara kesatria, Prabowo menyampaikan, walau hasilnya mengecewakan bagi pasangannya, tapi sesuai kesepakatan, dirinya akan tetap patuh dan mengikuti jalur konstitusi.

"Kami kecewa, tapi kami akan patuh dan mengikuti jalur konstitusi. Kami menghormati hasil keputusan MK. Kami juga akan secepatnya berdiskusi dengan tim hukum untuk meminta saran dan pendapat apakah masih ada langkah hukum dan konstitusional lainnya yang dapat kami tempuh," ucap Prabowo yang juga didampingi Sandiaga Uno.

Responden di kubu Prabowo juga cukup menarik. Saat tim survei menanyakan menerima atau menolak hasil, ada sebanyak 5,5 persen yang menjawab tidak tahu. 

Dari angka persentase responden itu pula, diketahui respons mereka terkait kualitas pelaksanaan Pemilu 2019 dibandingkan dengan Pemilu 2014 lalu. Sebanyak 60,1 persen menjawab Pemilu 2019 lebih buruk dibandingkan Pemilu 2014. Alasan responden adalah Pemilu 2019 tidak damai dan ricuh (36,1 persen), tidak jujur dan tidak transparan (10,3 persen), tidak adil (4,5 persen) dan alasan tidak ada perubahan apa-apa sebanyak 14,4 persen.

 


End of content

No more pages to load