Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar  (foto :  joko pramono/jatimtimes)

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar (foto : joko pramono/jatimtimes)


Editor

A Yahya


Kapolres tulungagung, AKBP Tofik Sukendar pastikan tak akan ada warga Tulungagung yang ikut aksi ke Jakarta saat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) 28 Juni mendatang. Hal tu diungkapkanya dalam ‘Halal Bihalal Kebangsaan’ yang digelar pada Selasa (25/6/19).

“Alhamdulillah dari masyarakat Tulungagung tidak ada rencana untuk (mengikuti aksi) ke Jakarta,” ujar Kapolres.

Pihaknya sudah menyampaikan dan melakukan penggalangan pada masyarakat serta sharing dengan kelompok-kelompok bagian PA 212 lalu.

Menurutnya, masyarakat Tulungagung sudah sepenuhnya menyerahkan perkara pemilihan presiden ke ranah hukum, yang saat ini ditangani oleh MK. “Itu kita apresiasi, itu merupakan langkah yang cukup cerdas bagi masyarakat yang menyerahkan hal ini pada ahlinya,” terang Tofik.

Dilansir dari Detik.com, Ribuan orang yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 dari Jatim disebut akan berangkat ke Jakarta. Mereka akan meramaikan aksi pada sidang putusan gugatan hasil Pilpres 2019 yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Jadi Insyaallah sekitar 10 ribu PA 212 yang hadir di Jakarta. Kalau dari relawan Jatim Insya Allah 1.000, mulai berangkat mulai hari ini mungkin sekitar segitu. Kebanyakan naik mobil sendiri, ada naik kereta, data detailnya agak sulit, yang pasti relawan 02 itu kurang lebih 1.000 yang di Jatim," papar Ketua Barisan Kiai Santri Nahdliyin (BKSN) Jatim KH Solachul Aam Wahib Wahab atau Gus Aam saat dihubungi di Surabaya, Senin (24/6/2019).

 

Gus mengatakan dirinya kini sudah berada di Jakarta. Dia menyebut untuk pemberangkatan massa PA 212 kali ini lebih terorganisir daripada beberapa waktu lalu saat aksi 22 Mei. 

"Berangkatnya ada yang hari ini, ada yang besok. Ada yang naik bus juga ada, cuma gak seperti kemarin, dikoordinir, cuma gak seperti kemarin-kemarin kan banyak yang naik bus, dan kereta, kalau sekarang lebih tersebar," imbuhnya. 

Selain dirinya, Gus Aam menyebut telah banyak kiai-kiai dari Jatim yang telah tiba di Jakarta. Kesemuanya akan bergabung dalam aksi PA 212 di depan MK.

"Jadi intinya kita kiai-kiai sudah sampai di sini, sudah beberapa hari lalu, sudah di sini, kemudian ada yang dari Surabaya sudah di Jakarta. Kita hanya berharap mudah-mudahan Allah memberikan bimbingan, memberikan kekuatan, keberanian, dan perlindungan kepada hakim MK, agar beliau bisa menegakkan kebenaran, keadilan sehingga hasil dari keputisannya itu betul-betul dari hatinya," tandas Gus Aam.


End of content

No more pages to load