Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik HZ menunjukkan Barang bukti dan tersangka dalam kasus tewasnya Andi Kuntoro

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik HZ menunjukkan Barang bukti dan tersangka dalam kasus tewasnya Andi Kuntoro



Teka-teki kematian Andri Kuntoro, (19), akhirnya terungkap. Kurang dari 24 jam setelah mayat korban ditemukan, Polisi berhasil berhasil menyingkap penyebab kematian korban. Selain akibat penganiayaan, korban diduga tewas karena tersengat aliran listrik. Tiga orang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam tewasnya pemuda asal Dusun Krajan, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon ini.

Mereka adalah Abdurahman Wahid, (22), dan Rudiyansah, (24), keduanya warga Dusun Kendal, Desa Sragi, Kecamatan Songgon. Mereka adalah tersangka atas dugaan pengeroyokan terhadap korban. Tersangka ketiga adalah Sunaryo, (64), warga Dusun Watugowok, Desa Sragi, Kecamatan Songgon. Sunaryo menjadi tersangka atas kelalaiannya memasang kawat beraliran listrik.

Kapolres Banyuwangi AKBP taufik Herdiansyah Zeinardi menyatakan, pasca penemuan mayat Andri Kuntoro, tim Resmob Polres Banyuwangi bersama Buser Polsek Songgon melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi dan mencari informasi pada keluarga. “Kemudian kita memeriksa kurang lebih ada 9 saksi,” jelasnya.

Dalam pemeriksaa itu digali informasi mulai korban berangkat dari rumah sampai korban ini ditemukan meninggal dunia. Diketahui, Selasa (18/6/29) malam korban bersama dua orang rekannya berangkat menonton kesenian janger. Di sana, terjadi keributan antara korban dengan beberapa orang yang menyaksikan janger tersebut.

Pada saat itu korban melarikan diri ke belakang panggung janger. Di mana di sana ternyata terdapat area persawahan yang telah dialiri listrik. Korban yang dalam kondisi luka parah akibat perkelahian tidak menyadari adanya kawat beraliran listrik itu. “Kemudian korban tersandung kawat aliran listrik. Akhirnya sesuai dengan saat penemuan mayat. Terdapat luka lebam pada bagian tubuh dan juga di beberapa bagian seperti luka bakar,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan, Jumat (21/6/19) dinihari Polisi sudah menangkap beberapa orang yang disinyalir sebagai pelakua kejahatan. Dari hasil pemeriksaan Penyidik menetapkan 2 orang sebagai pelaku pengeroyokan dan pemilik sawah yang memasang kawat yang dialiri listrik sebagai tersangka karena kealpaannya menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Menurut pengakuan tersangka Sunaryo, lanjut Kapolres, kawat itu untuk mengusir atau menangkap tikus.  Sebab, area sawah itu akan dipanen. Kawat itu sudah dipasang selama 2 bulan. Diapun sudah memberitahukan kepada tetangga sekitar bahwa lokasi sawahnya dialiri listrik. “Makanya dia setiap malam menghidupkan aliran listrik pada kawat itu, setiap pagi dia akan mengecek,” bebernya.

Dia menambahkan, perkelahian itu terjadi murni karena tawuran. Diduga korban dan para pelaku saat itu sedang terpengaruh minuman keras. Dari keterangan teman korban, sebelumnya korban sempat  sempat membeli minuman keras yang dicampur dengan minuman energi.

Para pelaku pengeroyokan dikenai pasal 351 ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancaman hukuman berupa pidana penjara sampai dengan 9 tahun. Sedangkan Sunaryo dijerat dengan pasal 359 KUHP atas kelalaiannya memasang kawat beraliran listrik.  "Ancamannya, hukuman penjara 5 tahun,” pungkasnya.

Barang bukti yang diamankan berupa jaket milik korban, jaket milik tersangka,142 meter kawat besi, 20 meter kabel warna hitam, dan 5 meter plastik yang digunakan untuk menutupi mayat korban.


End of content

No more pages to load