Suasana pendaftaran PPDB di SMPN 4 Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Suasana pendaftaran PPDB di SMPN 4 Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih mendorong siswa yang tidak diterima sekolah negeri karena sistem zonasi untuk masuk di sekolah swasta. Dia menyebut sekolah swasta tidak kalah dengan sekolah negeri karena sekolah swasta juga banyak mencetak siswa berprestasi.

“Tapi ini kembali lagi pada kebijakan orang tua yang menentukan. Namun memang nyatanya sekolah swasta di Kota Batu tak jarang menghasilkan siswa yang berprestasi,” ujar Eny.

Dorongan masuk sekolah swasta diungkapkan karena masih banyak siswa yang gagal menembus sekolah negeri karena sistem zonasi. Padahal,  Dinas Pendidikan Kota Batu telah menambah dua rombel (1 rombel 32 siswa) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di dua SMPN di Kota Batu.

Ya sebelumnya PPDB kuota tambahan itu ada di SMPN 4 dan SMPN 6. Masing-masing mendapatkan jatah dua rombongan belajar. Untuk satu rombel, jumlah siswanya 32.

Untuk SMPN 4, zonasinya Desa Gunungsari, Desa Sumberjo, Desa Pesanggrahan, Kelurahan Songgokerto, Desa Oro-Oro Ombo, dan Desa Tlekung. Sedangkan SMPN 6, daerah zonasinya Desa Pendem, Desa Bumiaji, Kelurahan Dadaprejo.

“Jumlah di SMPN 4 sebanyak 56 siswa untuk kuota tambahan dan SMPN 6 ada 64 siswa untuk kuota tambahan. Semuanya sudah terpenuhi sejak Kamis (20/6/2019),” imbuh Eny.

Sementara di SMPN 6, dari pagu awal jalur zonasi sebanyak 172, karena mendapatkan tambahan, menjadi 236 kuota. Dan di SMPN 4 yang awalnya 202 mendapatkan tambahan menjadi 258 siswa.

Sedangkan di SMPN 1, 2, dan 3 Batu ini sudah terlebih dahulu kuota terpenuhi. Padahal, masing-masing SMP di Kota Batu memiliki jumlah pagu 320. Rincian kuotanya,  jalur zonasi sebanyak 272 siswa,  jumlah siswa  jalur prestasi ada 16, dan jalur perpindahan orang  sebanyak 16.