Ilustrasi pelaku kejahatan (Pontas.id)

Ilustrasi pelaku kejahatan (Pontas.id)



Ketegasan petugas Polres Malang Kota dengan menembak langsung para penjahat yang seringkali meresahkan masyarakat seperti beberapa waktu lalu atau sebelum lebaran, nampaknya juga berbuah positif bagi angka kriminalitas.

Sebab, angka kejahatan dalam Operasi Ketupat Semeru 2019 menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menandakan, jika para penjahat masih berfikir ulang untuk beraksi daripada harus menerima konsekuensi merasakan timah panas dan harus masuk sel Polres Malang Kota.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK, SH, MH mengungkapkan, jika dalam Operasi Ketupat Semeru 2019, mengalami penurunan karena kesigapan dari para personel Kepolisian Polres Malang Kota serta kerjasama dari berbagai pihak.

Data pada operasi tahun ini, laporan kriminalitas yang masuk sebanyak 20 laporan (LP). Sementara, pada tahun 2018, pada Operasi Ketupat Semeru 2018, laporan kriminalitas yang masuk sebanyak 28 LP.

" Hasil evaluasi memang terjadi penurunan. Dan tentunya angka tersebut diharapakan akan terus menurun. Pihak kepolisian sellau siap siaga dalam memberikan pengamanan bagi masyarakat," paparnya 

Selain penurunan laporan kriminalitas di Kota Malang, dalam Operasi Ketupat Semeru 2019 juga memecahkan rekor. Sebab dalam operasi tersebut, sama sekali tidak terjadi persitiwa kecelakaan atau zero laka. Berbeda pada Operasi Ketupat Semeru pada 2018, terjadi empat peristiwa kecelakaan.

Dalam Operasi Ketupat Semeru 2019 tersebut, situasi dan kondisi arus lalu lintas di Kota Malang berjalan dengan lancar, aman dan kondusif.

"Dan kembali lagi, ini tentunya karena kerja keras dan dedikasi semua anggota Polres Malang Kota dan juga jajaran samping seperti TNI, Satpol PP, Dishub serta unsur lainnya," ungkapnya (13/6/2019).


End of content

No more pages to load