Jajaran Eksekutif dan Legislatif Kota Blitar saat sidak di areal persawahan di Jalan Sumatera, Kota Blitar.(Foto : Team  BlitarTIMES)

Jajaran Eksekutif dan Legislatif Kota Blitar saat sidak di areal persawahan di Jalan Sumatera, Kota Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)


Editor

Heryanto


Pimpinan beserta sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar bersama sejumlah jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melakukan inspeksi mendadak (sidak) lokasi rencana pembangunan gedung baru DPRD.

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Said Nofandi dan Totok Sugiarto, didampingi jajaran komisi terkait, beserta Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Widodo Saptono Yohanes, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Aminurcholis, hingga Kasi Pertanahan Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR) B. Suhermanto mengunjungi sejumlah lokasi yang rencananya akan dibangun gedung baru lembaga legislatif itu.

Ada tiga lokasi yang dikunjungi. Pertama, rombongan melakukan sidak di areal persawahan di Jalan Sumatera, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. 

Di sana rombongan sidak tampak meninjau luas lahan hingga peta lokasi lahan. 

Seusai sidak di Jalan Sumatera, jajaran legislatif dan eksekutif ini begeser menuju ke Jalan Pemuda Soepomo, atau lebih tepat di areal sebelah utara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Blitar.

Disana, tim juga meninjau lokasi lahan tersebut apakah layak dan tepat jika dibangun gedung dewan. 

Lahan yang memiliki luas 13.033 meter persegi itu, juga satu jalur dengan kantor KPU Kota Blitar.

Kemudian, selesai sidak di Jalan Pemuda Soepomo, peserta sidak bergerak menuju ke Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, atau lebih tepat di areal persawahan sebelah timur lapangan Bendogerit. 

Di sana, tim sidak kembali meninjau dan menimbang kelayakan lahan dan lokasi jika dibangun gedung baru DPRD.

"Tiga alternatif ini kita kaji dokumen perencanaannya sesuai atau tidak, kemudian luasan dengan kebutuhan yang akan dibutuhkan dalam pembangunan gedung itu, juga aspek lain yang perlu kita pertimbangkan," papar Kepala BPKAD Pemkot Blitar, Widodo Saptono Yohanes, kepada awak media disela-sela sidak, Kamis (13/06/2019).

Diuraikannya, setelah dilakukan sidak, akan dilakukan komunikasi dan koordinasi lanjutan antara pemerintah bersama pimpinan dewan perihal kesepahaman lokasi mana yang akan ditetapkan sebagai lokasi pembangunan gedung baru. 

"Kita rundingan, kemudian termasuk penyusunan dokumen perencanaan itu, yang paling fleksibel dari tiga alternatif itu mana," imbuh Widodo.

Sementara,  Kasi Pertanahan DPUPR Pemkot Blitar, B. Suhermanto menerangkan, dari tiga lokasi yang dilakukan sidak untuk rencana pembangunan gedung baru DPRD, dia menilai dari ketiga lahan yang tersedia menjadi alternatif pembangunan, ada satu lahan yang ia nilai tidak akan tepat jika dibangun gedung dewan yang baru. 

Lokasi lahan ini yakni, areal persawahan di Jalan Pemuda Soepomo sebelah utara kantor DLH Pemkot Blitar.

Menurut dia, lahan di Jalan Pemuda Soepomo ini masuk zonasi pendidikan atau SP1. 

Sementara, areal persawahan di Jalan Sumatera dan sebelah timur lapangan Bendogerit, merupakan kawasan zonasi perkantoran. 

Sehingga, dua lokasi lahan ini sepertinya dianggap lokasi yang strategis dan representatif untuk dibangun gedung baru DPRD.

"Sebab kalau yang di sebelah kantor DLH, itu sepertinya tidak bisa. Karena disana merupakan zonasi pendidikan atau SP1. Akhirnya tinggal yang di jalan Sumatera sama yang disini (areal persawahan sebelah timur lapangan Bendogerit). Tapi keputusannya seperti apa nanti, menunggu hasil kesepakatan antara eksekutif dan legislatif," jelas dia saat dihubungi disela-sela sidak.(*)


End of content

No more pages to load