Wisnu Sakti (WS) dan Bambang DH (BDH)

Wisnu Sakti (WS) dan Bambang DH (BDH)



 Usai Pemilu 2019 hubungan antara Ketua DPC PDIP Surabaya Wisnu Sakti Buana dan Ketua Bappilu (Bidang Pemenangan Pemilu) DPP PDIP Bambang DH dikabarkan retak. Keduanya jarang terlihat bersama.

Keretakan itu dikabarkan karena bedanya pandangan dari mereka. Itu terlihat saat penetapan calon anggota legislatif Kota Surabaya periode tahun 2019-2024.

Beberapa jago dari Wisnu ada yang tidak mendapatkan tempat hingga mengalami perubahan daerah pilihan (dapil) secara tiba-tiba. Bahkan ada anggota petahana yang sampai tidak dicalonkan kembali.

Kebetulan Bambang DH juga merupakan ketua DPC PDIP Surabaya sebelum era Wisnu. Sehingga Bambang DH juga memiliki jago tersendiri untuk menempati kursi dewan di DPRD Surabaya.

Keretakan ini diprediksi bisa membuat PDIP Surabaya tidak solid jelang pilwali. Karena Wisnu dianggap sosok yang kuat di akar rumput, sementara Bambang DH kuat di pusat.

Dikonfirmasi mengenai hal ini Sekretaris DPC PDIP Surabaya Syaifuddin Zuhri menampiknya. Dia menjelaskan semua kader PDIP di Surabaya solid.

"Apapun kabar yang berkembang, sejak PDIP dipimpin oleh Ibu Mega kami solid. Semua satu barisan dan satu komando," ujarnya kepada SurabayaTIMES.

Syaifuddin kemudian menjelaskan latar bekalang hubungan Wisnu dan Bambang DH. Dimana Bambang DH dianggap merupakan murid dari mantan Sekjend PDIP Soetjipto. "Pak Tjip ini adalah ayah dari mas Wisnu," bebernya.

Namun, demikian dia mengakui dalam karir pengkaderan soal senioritas memang ada pada sosok Bambang DH. "Apa yang dilakukan pak Bambang ke mas Wisnu adalah proses pembelajaran saja. Dari senior ke juniornya," lanjut pria yang juga anggota DPRD Surabaya ini.

Karena itu Syaifuddin menegaskan apapun penafsiran di luar soal keretakan hubungan WS dengan Bambang DH dianggap salah besar. "Secara pribadi hubungan pak Bambang dan mas Wisnu tetap baik," imbuhnya.

SurabayaTIMES sebenarnya sudah coba melakukan konfirmasi ke Wisnu Sakti dan Bambang DH secara langsung. Namun keduanya kompak belum merespon. Pesan yang terkirim serta konfirmasi melalui telpon tidak dibalas oleh keduanya.

 


End of content

No more pages to load