Petugas saat menganalisa urin dari peserta rehabilitasi pecandu narkoba (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Petugas saat menganalisa urin dari peserta rehabilitasi pecandu narkoba (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Di awal tahun 2019 ini, BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Malang disibukkan dengan merehabilitasi puluhan peserta kecanduan narkoba. Hingga akhir bulan mei, tercatat ada 47 orang yang menjalani pemulihan akibat ketergantungan narkoba.

“Dari jumlah tersebut, 11 peserta merupakan wanita dan sisanya yakni 36 peserta merupakan laki-laki,” kata Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut (PM) Agus Musrichin kepada malangtimes.com.

Mirisnya, dari 47 peserta rehabilitasi yang ditangani BNN Kabupaten Malang. Sebanyak 28 peserta masih berusia di bawah 19 tahun dan masih berstatus pelajar. “Rata-rata kalangan pelajar yang menjalani rehabilitasi ini karena kecanduan narkoba jenis pil double L,” terang Agus.

Harga yang relatif murah jika dibanding dengan narkoba jenis lain, membuat peredaran pil double L marak terjadi di kalangan pelajar. “Selain harga yang relatif terjangkau, faktor lingkungan, pergaulan, serta peran orang tua juga menjadi penyebab utama mengapa pelajar bisa kecanduan narkoba,” imbuh Agus.

Kepada MalangTIMES.com, Agus menambahkan, maraknya jumlah peserta rehabilitasi dari kalangan pelajar juga terjadi di tahun 2018 silam. Saat itu, BNN menangani 95 peserta rehabilitasi karena kecanduan narkoba. Dimana dari jumlah tersebut, 37 orang berasal dari kalangan pekerja, kemudian 7 orang diantaranya berasal dari kalangan penganguran. Sedangkan sisanya, yakni 51 peserta berasal dari kalangan pelajar. “Sebanyak 51 peserta rehabilitasi yang masih berstatus usia pelajar ini. Tahun lalu juga menjalani pemulihan, karena kecanduan narkoba jenis pil Double L,” tutup Agus.


End of content

No more pages to load