Alat berat digunakan untuk menggilas ribuan miras hasil Operasi Pekat Semeru 2019. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Alat berat digunakan untuk menggilas ribuan miras hasil Operasi Pekat Semeru 2019. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES



Polres Tulungagung kembali memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) di halaman kantor Pemkab Tulungagung Selasa (28/05) siang. Sebanyak 5.127 botol miras yang disita selama Operasi Pekat Semeru 2019 dilindas dengan alat berat.

 Pemusnahan iji dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Tofik Sukendar serta disaksikan seluruh jajaran forkopimda.  "Kami ambil bagian dalam pemusnahan barang bukti hasil Operasi Pekat Semeru 2019 yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar.

Miras yang dimusnahkan di antaranya jenis arak Jowo atau ciu yang dikemas dalam botol plastik bekas air mineral serta minuman berbagai merek yang berada di pasaran "Ada 28 jerigen berisi arak Jowo dan tiap jerigen isinya sekitar 20 liter," tambahnya. Dalam kasus miras ini, Tofik mengungkapkan ada 32 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Selama Operasi Pekat Semeru berlangsung, ada 278 kasus yang diungkap. Di antaranya 8 kasus perjudian, 219 kasus premanisme, 17 kasus narkoba, dan dua kasus petasan.

"Dari jumlah itu, kami mengamankan 283 tersangka. Kami proses sesuai dengan kejahatan atau pelanggaran yang dilakukan," ucapnya.

Selain miras, ada 17 knalpot brong yang disita dan turut dimusnahkan bersamaan dengan kegiatan tersebut. Knalpot yang menimbulkan suara bising dan memekakkan telinga itu dipotong dengan mesin gerinda hingga menjadi beberapa bagian

"Selain kami suruh lepas knalpot yang mengganggu, juga kami tilang dan wajib memasang knalpot standar saat mengambil motornya," jelas kapolres.

Acara yang digelar juga disaksikan seluruh personil pasukan serta para pejabat pemerintahan serta sejumlah media massa.


End of content

No more pages to load