Petugas kepolisian dari Polres Kediri ketika melalukan olah TKP. (Foto: B. Setioko/JatimTIMES)

Petugas kepolisian dari Polres Kediri ketika melalukan olah TKP. (Foto: B. Setioko/JatimTIMES)



Endang Widiawati (47) Seorang ibu rumah tangga warga Dusun Nyawangan, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ditemukan kerabatnya dalam keadaan tewas bersimbah darah dalam posisi terlentang di lantai kamar rumahnya, Senin (27/05/2019) Pagi.

"Ya betul ada kasus pembunuhan," terang Kasi Humas Polsek Kras Aipda Didik Wahyudi. 

Peristiwa nahas itu pertama kali yang mengetahui kerabat korban. Sriani (55) kakak korban dan Hartinah (31) adik korban sengaja datang ke rumah korban.

Setiba di rumah korban mereka bertemu suami korban, Ahmad Zaeini yang pada saat itu terlihat tergesa-gesa keluar dari rumah menggunakan Sepeda motor Honda Supra 125 warna hitam.

Ahmad Zaeni mengatakan kedua kerabatnya itu bahwa pintu rumah dikunci semua dan lalu pergi meninggalkannya. 

"Ahmad Zaeni langsung pergi saat ditanya kerabatnya dan membuat curiga," tutur Kasi Humas. 

Lantaran curiga dengan kelakuan suami Endang Widiyawati, kedua wanita itu menghubungi Ahmad Basoni (25) keponakan korban dan Jalil (50) tetangga korban, untuk membuka pintu rumah korban yang kondisi terkunci. 

"Para saksi curiga karena korban dipanggil tidak keluar. Kemudian para saksi mendobrak pintu rumah korban," kata Aipda Didik. 
Karena merasa curiga akhirnya para saksi sepakat untuk masuk ke rumah korban secara paksa dengan mencongkel pintu jendela menggunakan alat seadanya. 

Para saksi terkejut menemukan korban sudah tergeletak di lantai kamarnya kondisi bersimbah darah dengan luka sobek di lehernya, pakaian acak-acakan dan setelah dicek korban sudah meninggal dunia.

"Sayatan luka korban di leher akibat benda tajam atau digorok," jelas Aipda Didik. 

Petugas kepolisian dari Polsek Kras dan Identifikasi Polres Kediri melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad perempuan nahas itu. Kejadian itupun membuat warga sekitar gempar. 
"Jasad korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Kota Kediri untuk dilakukan otopsi. 

Masih kata Aipda dari keterangan para saksi maupun keluarga korban, kehidupan rumah tangga korban tidak harmonis dan sering cekcok. Dan pagi hari sebelum kejadian itu terjadi pasangan suami istri itu terlibat pertengkaran.

"Sebelum ditemukan meninggal dunia ada saksi mendengar korban dan suaminya itu bertengkar. Pasangan suami istri itu tidak harmonis," terang Kasi Humas.

Dikatakan Kasi Humas, kasus pembunuhan itu saat ini masih dalam penyelidikan. "Barang bukti benda tajam juga belum ditemukan. Saat ini kasus pembunuhan masih dalam penyelidikan," tandasnya.


End of content

No more pages to load