NL saat ditanya oleh kapolsek Kota Tulungagung pada pers release beberapa waktu lalu.  (foto : Joko Pramono/Jatim times)

NL saat ditanya oleh kapolsek Kota Tulungagung pada pers release beberapa waktu lalu. (foto : Joko Pramono/Jatim times)



NL (23), perempuan warga Desa Batokan, Kecamatan Ngantru, yang ditangkap polisi lantaran mengedarkan sabu-sabu akhirnya melahirkan.bSaat ditangkap pada Senin (20/5/2019) lalu, NL memang sedang hamil 9 bulan.

NL sempat ditahan untuk menjalani proses hukum. NL melahirkan anak ke-3 pada Jumat (24/5/2019) kemarin sekitar pukul 04.00 WIB. “Dia melahirkan di RSUD dr Iskak Tulungagung,” terang Kapolsek Tulungagung AKP Rudi Purwanto, Minggu (26/5/2019).

Selepas melahirkan bayi laki-laki, NL menjalani perawatan di salah satu ruangan di RS Bhayangkara Tulungagung.

Atas dasar kemanusiaan, NL tidak menjalani perawatan tahanan, yang disiapkan khusus di rumah sakit milik Polri ini. Namun polisi memantau dan menempatkan personel yang berjaga  selama 24 jam.

“Ibu dan bayinya dalam keadaan sehat. Dia masih menjalani perawatan di rumah sakit,” tambah Rudi. Nantinya setelah dinyatakan sehat, NL akan melanjutkan proses hukumnya.

NL akan dititipkan ke  Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung lantaran polsek maupun Polres Tulungagung tidak punya ruang khusus tahanan perempuan. Sedangkan anak bayinya diserahkan ke pihak keluarga untuk dirawat. “Jika tidak ada perubahan, tersangka kami titipkan ke lapas besok, Senin (27/5/2019),” kata Rudi.

Sebelumnya personel Unit Reskrim Polsek Tulungagung menangkap adik NL, MZ, Senin (20/5/2019) saat mengantarkan satu-sabu. Dari mulut MZ. terungkap jika sabu yang dibawanya merupakan milik kakaknya, NL.

Berdasar keterangan MZ, polisi kemudian menangkap NL di rumahnya, dengan barang bukti lebih dari 15 gram sabu-sabu. NL dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Subsider Pasal 112  Ayat (1) Undang-Undang 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ia terancam hukuman paling singkat selama 5 tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda minimal Rp 1 miliar.

 


End of content

No more pages to load