Ketua PHDI Kabupaten Kediri Kadek Astrawan (kiri) dan  Ketua BAMAG Kabupaten Kediri Pendeta Yermia Puryanto (kanan). Foto (Ist)

Ketua PHDI Kabupaten Kediri Kadek Astrawan (kiri) dan Ketua BAMAG Kabupaten Kediri Pendeta Yermia Puryanto (kanan). Foto (Ist)



Setelah Direktur Aswaja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kediri David Fuadi mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang diambil oleh TNI-Polri terhadap perusuh dalam aksi 22 Mei di Jakarta beberapa waktu yang lalu, hal serupa diungkapkan  Ketua Badan Musyawarah Antar-Gereja (Bamag) Kabupaten Kediri.

Bamag mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Sehingga tidak terjadi aksi rusuh maupun kekerasan, khususnya di Kabupaten Kediri.

"Mari semua bergandengan tangan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Republik Indonesia dan bersama sama menolak setiap aksi kekerasan, apa pun alasannya," ajak Ketua Bamag Kabupaten Kediri Pendeta Yermia Puryanto S. Th.

Menurut Pendeta Yermia, seharusnya seluruh elemen masyarakat, mulai dari elite politik dan tokoh agama serta tokoh masyarakat, berkewajiban menjadi penjaga nilai-nilai moral etika dan jati diri bangsa. 

Dalam mesempatan ini, Pendeta Yermina juga mengajak seluruh warga masyarakat untuk mendukung TNI dan Polri yang telah sekuat tenaga menjaga keamanan masyarakat agar tetap tercipta suasana aman dan damai pasca-perbedaan pilihan politik saat pemilu kemarin. "Seperti halnya kejadian aksi rusuh di Jakarta kemarin, aparat wajib menindak secara tegas setiap pelaku dan dalang di balik kerusuhan tersebut," tandas  Yermia.

Terpisah, Ketua PHDI Kabupaten Kediri Kadek Astrawan juga angkat bicara dan mengecam aksi kericuhan yang menyebabkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakarta kurang kondusif.

"Dengan adanya aksi yang berujung ricuh di Jakarta, saya berharap negara segera dapat bertindak. Pasalnya,  itu sudah bukan menyampaikan pendapat, namun melenceng jauh dan cenderung kriminal," ucap dia, Jumat (24/05/19) sore.

Kadek juga mengatakan, terkait situasi di Jakarta, harus bisa disikapi dengan hati yang damai dan tenang jangan sampai ada yang terprovokasi.
"Mari bersama menghormati proses pemilu sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," ajaknya.

Kadek juga mengimbau kepada warga agar menempuh jalur hukum apabila ada hasil pemilu yang dirasa tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Tanpa harus melakukan tindakan anarkis dan main hakim sendiri, mengingat Indonesia adalah negara hukum.

Di  sisi lain, ketua PHDI ini juga sangat memberikan dukungan kepada TNI dan Polri atas pengamanan tahapan Pemilu 2019 hingga kemarin diumumkan hasilnya oleh KPU pusat pada tanggal 21 Mei kemarin.


End of content

No more pages to load