Syahrul Gunawan tersangka beserta barang bukti hasil pencurian saat diamankan pihak kepolisian, Kecamatan Bululawang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Syahrul Gunawan tersangka beserta barang bukti hasil pencurian saat diamankan pihak kepolisian, Kecamatan Bululawang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Sehari setelah mencuri di ruang kesiswaan SMP An-Nur 2, yang berlokasi di Kecamatan Bululawang, pelakun akhirnya dibekuk unit Reskrim Polsek Bululawang, Senin (20/5/2019) tengah malam.

Adalah Syahrul Gunawan warga Desa Purworejo, Kecamatan Tempursari, Lumajang. Tersangka diringkus petugas ketika berada di lokasi kawasan Jalan Raya Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Dari tangan pria 19 tahun itu, polisi juga menyita berbagai barang bukti hasil curian, yang disimpan di tempat kosnya yang beralamat di GOR Ken Arok, Kota Malang. “Selain mengamankan tersangka, kami juga menyita laptop, note book, kamera DSLR, handphone serta sepeda motor yang digunakan untuk sarana mencuri,” kata Kanit Reskrim Polsek Bululawang, Iptu Ronny Marghas.

Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi pencurian yang dilakukan tersangka Syahrul ini, terjadi di ruang kesiswaan SMP An-Nur 2. Di sekolahan yang berlokasi di Kecamatan Bululawang ini, pelaku kedapatan melancarkan aksinya sebanyak dua kali.

Aksi pertama terjadi pada Minggu (5/5/2019) lalu. Sedangkan aksi kedua kalinya terjadi pada hari Jumat (17/5/2019) lalu. Setiap beraksi, tersangka melancarkan pencurian setiap pukul 18.30 WIB. “Ketika beraksi tersangka menyamar sebagai salah satu santri. Kemudian merusak gembok dan ventilasi udara, sebelum akhirnya menguras barang berharga yang ada di lokasi pencurian,” sambung Ronny.

Bermula dari laporan para guru yang menjadi korban pencurian. Personel Mapolsek Bululawang, akhirnya melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka. “Kasus ini terbongkar setelah pelaku menjual laptop hasil curian melalui media sosial Facebook,” terang Ronny.

Mengetahui hal ini, petugas akhirnya mencoba untuk menawar harga laptop yang dijual tersangka. Singkat cerita, negosiasi harga itu membuahkan hasil. Remaja belasan tahun itu, bersedia menjual laptop dengan sistim COD (Cash On Delivery). “Saat ketemuan itulah, kami langsung mengamankan tersangka dan melakukan pengembangan di tempat kostnya. Disana petugas mendapati berbagai barang berharga hasil curian,” tutur Ronny.

Dari hasil pengembangan, selain menyimpan barang curian di kostnya. Tersangka juga menyimpannya di bawah pohon yang ada di selatan GOR Ken Arok, yakni dengan cara menutupinya menggunakan rimbunan dedaunan.

Di hadapan penyidik, tersangka Syahrul Gunawan mengaku jika tidak beraksi sendirian. Dia dan komplotannya, sering beraksi di berbagai titik yang ada di Kabupaten Malang. “Kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Termasuk mendalami lokasi pencurian, dan memburu komplotan lain yang diduga terlibat,” ujar Ronny.


End of content

No more pages to load