Petugas mengecek dokumen warga NTT yang diamankan di Pelabuhan Ketapang.

Petugas mengecek dokumen warga NTT yang diamankan di Pelabuhan Ketapang.



Aparat kepolisian Banyuwangi mengamankan 26 penumpang bus asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (19/5/19) malam. Mereka diamankan dalam sebuah razia yang dilakukan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang. 

Mereka diamankan karena hendak berangkat ke Jakarta dengan tujuan yang tidak jelas. Namun, mereka berangkat ke Jakarta dengan dikoordinasi  seseorang.

Razia ini dilakukan polisi bersama personel dari TNI AD dan TNI AL. Pemeriksaan dilakukan di pintu keluar pelabuhan yang menjadi pintu masuk dari Bali ke Pulau Jawa.

Razia dimulai pukul 21.00 WIB. Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan yang baru turun dari kapal dan keluar dari Pelabuhan Ketapang. “Pada malam ini kami melaksanakan kegiatan antisipasi, penyekatan massa yang akan berangkat ke Jakarta dalam rangka pengumuman hasil perhitungan suara pada 22 Mei,” kata Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi.

Tidak hanya kartu identitas. Seluruh barang bawaan juga diperiksa secara seksama. Petugas juga mengerahkan anjing pelacak untuk mendeteksi adanya barang-barang terlarang seperti narkoba ataupun bahan peledak.

Saat melakukan pemeriksaan terhadap sebuah bus malam jurusan Jakarta, polisi mendapati 26 orang pemuda asal NTT. Ketika ditanya, mereka mengaku hendak pergi ke Jakarta. Anehnya mereka tidak mengetahui alamat tujuannya di Jakarta. Mereka dikoordinasi oleh seseorang untuk berangkat ke Jakarta dan berangkat secara gratis.

 “Penumpangnya ini tidak jelas tujuannya. Dalam artian ke Jakarta tapi beda-beda. Jadi, saat ini kami bawa 26 penumpang ini ke Polres Banyuwangi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucap kapolres.

Awalnya, puluhan  orang yang usianya cukup muda ini mengaku sebagai anak buah kapal (ABK) yang akan berangkat ke Jakarta. Namun, yang janggal, para pemuda ini mengaku kapal yang akan mereka awaki berada di Bali. Janggalnya lagi, meski mengaku sebagai ABK, tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki buku pelaut.

Oleh karena itu, mereka akan dimintai keterangan lebih lanjut terkait tujuannya ke Jakarta. Sebab, saat diinterogasi awal, jawaban mereka tidak tahu dan berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. “Karena ini terorganisasi  ya. Satu kelompok, ada yang mengorganisasi untuk melakukan pemberangkatan ke Jakarta. Makanya untuk memperjelas tujuannya ke Jakarta untuk apa, nanti kami lakukan pemeriksaan di kantor,” tegas kapolres  lagi.

Razia yang dilakukan polisi bersama TNI ini merupakan bagian dari Operasi Pekat Semeru 2019. Tujuan operasi ini untuk mengantisipasi peredaran miras, narkoba dan bahan peledak.

Selain di Pelabuhan Ketapang, petugas gabungan juga melakukan kegiatan yang sama di Stasiun Banyuwangi Baru untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang akan berangkat ke Jakarta mengikuti kegiatan people power pada 22 Mei 2019. “Kami melakukan hal ini untuk mengantisipasi ke depan supaya situasi Banyuwangi maupun Jakarta tetap kondusif. Karena Banyuwangi sebagai pintu masuk ke Pulau Jawa yang paling timur,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load