Polisi mengamankan kedua pelaku dan BB sabu hasil transaksi.

Polisi mengamankan kedua pelaku dan BB sabu hasil transaksi.



Satuan Reserse Narkoba Polres Blitar Kota menangkap Moch. Ibrahim (48), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, dan Joko alias Kawuk (37), warga Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Keduanya diringkus petugas pada Minggu (12/05/2019) setelah kedapatan bertransaksi sabu.

Awalnya, petugas Satnarkoba Polres Blitar Kota mendapat laporan masyarakat jika Ibrahim akan melakukan kegiatan transaksi narkoba di Desa Gembongan. Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian langsung menuju lokasi dilakukannya transaksi haram itu.

Setiba di TKP, polisi memantau aktivitas mereka. Pemantauan dipandang cukup, polisi langsung menggerebek Ibrahim dan Kawuk di dalam rumahnya itu.

"Selanjutnya kedua pelaku dan barang bukti dibawa ke Satresnarkoba Polres Blitar Kota guna proses lebih lanjut," tukas Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar.

Selain berhasil mengamankan pelaku, sambung Adewira, petugas juga mengamankan barang bukti hasil penangkapan terhadap Kawuk. Yakni, satu kantong plastik bening/klip yang berisi sabu dengan berat  0, 74 gram serta satu kantong plastik bening/klip yang berisi sabu dengan berat 0, 45 gram.

Selanjutnya juga berhasil diamankan satu kantong plastik bening/klip yang yang berisi sabu dengan berat 0,35 gram, satu buah dompet warna hitam, buntalan tisu putih, potongan lakban warna hitam, 2 (dua) buah pipet kaca, 2 (dua) buah botol kecil berwarna merah dan abu abu yang ujungnya terdapat sumbu (kompor), dan satu buah sedotan warna putih yang ujungnya runcing.

Sedangkan dari Ibrahim, polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah HP merek Nokia warna biru langit beserta dengan nomor sim card-nya.

Kepada polisi, Kawuk mengaku sudah mengonsumsi sabu sebanyak 5 kali. Sementara Ibrahim mengaku  mendapatkan barang haram itu dengan cara menghubungi Joko atau Kawuk via HP. "Saya sudah tiga, empat sampai lima bulan memakai sabu," aku Ibrahim kepada polisi dan awak media.


End of content

No more pages to load