Sutoyo, Sekretaris Komisi II DPRD Kab Blitar.(Foto : Ist/blitarkab.co.id)

Sutoyo, Sekretaris Komisi II DPRD Kab Blitar.(Foto : Ist/blitarkab.co.id)



Beralihnya fungsi tempat parkir di sejumlah pasar tradisional, dapat sorotan dari Komisi II DPRD Kabupaten Blitar. Pasalnya, semrawutnya lokasi berdagang ditengarai menjadi pemicu kecemburuan antarpedagang.

Berdasarkan pantauan di sejumlah lokasi, rata-rata pedagang banyak yang berjualan di tempat tak semestinya, misalnya di Pasar Wlingi. Di situ banyak pedagang berjualan di tempat parkir.

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Sutoyo mengatakan, semrawutnya pedagang yang menggelar lapak di sembarang tempat, bisa menjadi pemicu permasalahan antarpedagang.

Kecemburuan pedagang yang berjualan di dalam dan di luar pasar, salah satunya disebabkan adanya kesemrawutan tempat berjualan,” ungkapnya.

Pihaknya menanyakan hal itu, sebab banyak lapak atau tempat berjualan di dalam pasar yang masih kosong. Misalkan salah satu permasalahan yang terjadi di Pasar Srengat, di antaranya dipicu adanya kecemburuan antarpedagang, yakni yang berjualan di dalam dan di luar pasar.

"Agar permasalahan tersebut tidak terjadi di tempat lain, seharusnya dinas yang menangani hal itu bisa mengambil langkah tegas,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan segera memanggil instansi terkait, dalam hal ini dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag), agar kedepan lebih memperhatikan kondisi pasar tradisional dan lebih memprioritaskan penataan pedagang agar tidak menimbulkan kecemburuan. 

“Jangan hanya pembangunan pasar saja yang diperhatikan. Penataan pedagang juga harus diperhatikan,” pintanya.

Dia menambahkan, instansi terkait harus bisa mengatur pedagang yang masih belum tertib, tempatkan pedagang sesuai dengan tempatnya di dalam pasar. Serta beri sanksi tegas jika masih ada yang berjualan di luar, supaya tidak membuat macet jalan dan kecemburuan antarpedagang. 

“Rangkul paguyuban pedagang supaya bisa membantu biar kondusif,” tandasnya.(*)


End of content

No more pages to load