Ilustrasi (Istimewa).

Ilustrasi (Istimewa).



Wujudkan predikat sebagai kota layak lansia, Pemerintah Kota Malang terus berbenah dengan berbagai fasilitas umum yang diberikan kepada lansia. 

Selain fokus memprioritaskan lansia dalam layanan puskesmas, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) khusus bagi lansia juga terus dimaksimalkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi menyampaikan sebagaimana target yang ditetapkan angka harapan hidup di Kota Malang harus terus ditingkatkan. 

Sehingga, harus ada upaya untuk memberi perhatian lebih kepada lansia agar hidup mandiri dan tetap produktif.

"Layanan kesehatan berlaku bagi semua elemen masyarakat. Terutama bagi lansia agar tetap produktif dan mandiri," katanya pada MalangTIMES, Minggu (2/5/2019).

Lebih jauh perempuan berhijab itu menjelaskan, seiring pertambahan usia, para lansia akan semakin rentan terhadap berbagai keluhan, baik fisik maupun psikis. 

Selain itu, para lansia juga tidak menyadari akan kondisi kesehatannya sendiri.

Mulai dari tekanan darah, gula hingga kolesterol yang tinggi. 

Termasuk, pemeriksaan kesehatan yang berhubungan dengan Penyakit Tidak Menular (PTM). 

Posyandu khusus lansia itu pun biasanya dilakukan bersamaan dengan posyandu balita.

"Untuk posyandu lansia biasanya dilaksanakan bersamaan dengan posyandu balita," jelasnya.

Sementata untuk mengontrol kesehatan, menurutnya setiap lansia akan mendapat  buku kesehatan lanjut usia. 

Selain itu juga akan mendapat Kartu Menuju Sehat (KMS). 

Kedua kartu tersebut dapat dimanfaatkan saat akan berobat atau cek kesehatan di puskesmas.

"Untuk pasien yang usianya 60 tahun ke atas akan mendapat layanan sendiri dengan loket yang berbeda," jelas perempuan berhijab itu.

Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan Pemkot Malang akan terus berkomitmen menjadikan Malang sebagai kota layak lansia. 

Sederet fasilitas umum pun sudah dimaksimalkan, mulai dari taman, pusat kesehatan, hingga layanan umum lainnya.


End of content

No more pages to load