Wahyu Oktavianto dan Lutfi Wahyu Firmanzah tersangka beserta barang bukti narkoba saat diamankan pihak kepolisian, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Wahyu Oktavianto dan Lutfi Wahyu Firmanzah tersangka beserta barang bukti narkoba saat diamankan pihak kepolisian, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Seolah tak mau berlama-lama, jajaran kepolisian Unit Reskoba Polres Malang, langsung melakukan pengembangan usai mengamankan seorang tersangka terjerat narkoba. Tidak tangung-tangung, dua budak narkoba diringkus sekaligus. Mereka adalah Wahyu Oktavianto (22) dan Lutfi Wahyu Firmanzah (25). Kedua tersangka yang baru saja diamankan polisi ini, merupakan warga Desa Slamet, Kecamatan Tumpang.

“Kedua tersangka kami amankan sesaat setelah melangsungkan transaksi narkoba jenis sabu,” kata KBO Satreskoba Polres Malang, Iptu Suryadi.

Seperti yang sudah diberitakan, Kamis (10/5/2019) tengah malam, jajaran Satreskoba Polres Malang mengamankan seorang jaringan narkoba. Tersangkanya diketahui bernama Suyoto warga Dusun/Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung.

Dari tangan pria yang kini berusia 42 tahun tersebut, petugas menyita sedikitnya empat poket sabu dengan berat total sekitar 2 gram. Berdasarkan keterangannya, Suyoto mengaku jika mengedarkan sabu dengan dua orang temannya. Yakni Wahyu Oktavianto dan Lutfi Wahyu Firmanzah.

Berawal dari sinilah, polisi akhirnya melakukan pengembangan, dan berhasil mengamankan keduanya sesaat setelah melancarkan transaksi narkoba, di sebuah rumah yang berlokasi di Dusun Wringin Anom, Kecamatan Tumpang, pada Jumat (10/5/2019). “Kasus ini masih kami kembangan, diduga kuat jaringan narkoba yang terjadi di wilayah Kecamatan Tumpang ini melibatkan banyak orang,” tegas Suryadi kepada MalangTIMES.com.

Selain meringkus kedua pelaku, petugas juga menyita berbagai barang bukti. Dari tangan tersangka Wahyu misalnya. Anggota korps berseragam coklat ini menyita satu poket sabu seberat 0,42 gram, seperangkat alat hisab, berbagai perlengkapan untuk menjual sabu, serta satu unit handphone.

Sedangkan dari tersangka lutfi, polisi menyita berbagai perlengkapan alat untuk menjual sabu, serta satu unit handphone yang digunakan untuk melancarkan transaksi narkoba. “Terhadap keduanya, kami jerat dengan pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika,” ujar Suryadi, Sabtu (11/10/2019).