Bazar takjil di Jalan Ahmad Yani Kota Blitar

Bazar takjil di Jalan Ahmad Yani Kota Blitar



Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar sidak makanan dan minuman (mamin) yang dijual di lapak bazar takjil Ramadan di Jalan Ahmad Yani atau di depan kantor PT. Telkom hingga kantor Bank BRI.

Pengecekan mamin itu dilakukan dengan mengambil beberapa sampel. Total ada 60 sampel yang diambil secara random. Dari 60 sampel tersebut, diambil dalam dua hari, sejak hari Rabu (08/05/2019) hingga Kamis (09/05/2019).

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Pemkot Blitar, dr. Dharma Setiawan menjelaskan, pengambilan sampel itu menggunakan sistem mikroskopik melalui laboratorium, untuk memastikan apakah aneka makanan dan minuman yang dijual di bazar takjil itu mengandung tambahan-tambahan zat mamin yang berpotensi membawa dampak kurang baik untuk pembeli.

"Secara mikroskopik menggunakan tes laboratorium, untuk bisa menentukan apakah ada zat-zat tambahan pangan, yang berbahaya, yang diberikan dengan sengaja atau tidak sengaja terhadap makanan, sehingga membawa dampak kurang baik kepada kita yang mengkonsumsi," jelas dr. Dharma Setiawan.

Dharma mengatakan, hasil dari pengujian laboratorium terhadap mamin milik sejumlah penjual di bazar takjil Ramadan itu sudah diketahui. Sejumlah pedagang yang dagangan maminnya dijadikan sampel, minggu depan akan diajak diskusi Dinkes perihal penyuluhan mamin yang ia jual itu setelah diuji laboratorium.

Langkah itu digelar, untuk memastikan kembali keamanan makanan dan minuman yang dijual terbebas dari tambahan zat-zat makanan. Dipastikan, apakah pedagang mengetahui persoalan itu sebelumnya, ataukah pedagang membeli bahan setengah jadi untuk diolah kembali.

"Itu dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan," sebutnya.(*)


End of content

No more pages to load