ilustrasi pencurian tas (Net/istimewa)
ilustrasi pencurian tas (Net/istimewa)

Kasus ini, tampaknya, bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati  dan tidak meletakkan barang-barang berharga secara sembarangan. Ya, akibat sembrono, Mifrohulfuaidi (49), warga Jl Karya Timur IV/54 RT.06/06, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mengalami kerugian. 

Awalnya dia meletakkan tas berisi sejumlah barang berharga di jok depan mobil miliknya yang saat itu terparkir di kawasan pasar pagi Velodrome, Minggu (5/5/2019). Tas berisi barang-barang berharga tersebut digasak oleh pencuri dan membuatnya harus menanggung kerugian sekitar Rp 15 juta.

Sekitar pukul 13.00 WIB, korban  membereskan dagangan yang dia jual di pasar pagi Velodrome. Selang 15 menit, korban yang sudah selesai berkemas ingin mengambil tas  miliknya di mobil. 

Tapi alangkah terkejutnya Mifrohulfuaidi ketika ia melihat tas miliknya di mobil sudah raib tanpa jejak. Dia semakin terpukul karena isi  tas  itu antara lain tiga HP bermerek,  dua STNK, satu SIM, dua kartu kredit, empat ATM, serta uang tunai Rp 3 juta. 

Korban yang kebingungan lantas mencoba bertanya kepada orang-orang di sekitarnya. Namun, tidak ada saksi yang mengetahui pelaku yang membobol mobil. 

Karena sudah berupaya mencari di sekitar lokasi, Mifrohulfuaidi tak kunjung menemukan pelaku atau tas miliknya. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. 

Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni membenarkan adanya kasus tersebut. Laporan korban diterima pihak kepolisian beberapa jam setelah kejadian. Tepatnya 5 Mei 2019 pukul 17.30 WIB. 

"Sementara ini kasusnya masih dalam penyelidikan petugas untuk mencari tahu siapa pelakunya. Kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati lagi. Selalu amankan barang-barang berharga. Selalu waspada. Jangan menganggap remeh situasi," pungkasnya.