Ilustrasi.(Foto : Saibumi)

Ilustrasi.(Foto : Saibumi)



Pemerintah Kota Blitar tidak memperbolehkan hotel dan kafe menggelar live musik selama bulan suci Ramadan. Larangan tersebut diatur melalui surat edaran yang bertujuan agar umat muslim di Kota Blitar khusyu menjalankan ibadah.

Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Juari mengatakan Pemkot Blitar sudah membagikan surat edaran itu kepada pengusaha rumah makan, warung, kafe, dan hotel. Selain itu, Pemkot Blitar juga membagikan surat edaran ke RT, RW, kecamatan dan kelurahan. 

Sementara untuk tempat karaoke pihaknya tidak mengeluarkan surat edaran. Karena saat ini seluruh karaoke di Kota Blitar masih tutup. Pasca Pemkot Blitar melakukan evaluasi.

"Selama bulan Ramadan, baik untuk kafe maupun hotel dilarang untuk menggelar acara live musik. Sudah ada surat edarannya yang sudah dikirimkan ke masing-masing tempat usaha kafe dan hotel. Maupun kepada RT, RW, kecamatan dan kelurahan," jelas Juari, Selasa (7/5/2019).

Selain melarang live music, hal lain yang tertuang dalam surat edaran itu adalah imbauan agar warung dan rumah makan yang buka pada siang hari untuk menutup bagian terbuka lain menggunakan kain. Serta melarang keras kafe dan hotel menyediakan minuman keras.

"Kami akan mengintensifkan patroli. Kalau masih ada yang tidak mengindahkan aturan maka akan langsung kami tertibkan," tegas Juari.

Dalam surat edaran itu, Pemkot Blitar juga membatasi penggunaan pengeras suara di masjid dan musala selama bulan Ramadan.  Di surat edaran itu disebutkan Pemkot Blitar memperbolehkan tadarus menggunakan pengeras suara hanya sampai pukul 22.00 WIB.
"Setelah pukul itu tetap boleh tadarus tapi tidak menggunakan pengeras suara. Kami sudah menyampaikan hal itu ke para takmir masjid dan musala," tutupnya.(*)


End of content

No more pages to load