suasana tahklilan di rumah duka, sesaat sebelum almarhum H Yusup Susanto dikebumikan (Agus Salam/Jatim TIMES)

suasana tahklilan di rumah duka, sesaat sebelum almarhum H Yusup Susanto dikebumikan (Agus Salam/Jatim TIMES)



DPRD Kota Probolinggo, berduka. Salah satu anggotanya, H. Yusup Susanto, meninggal dunia, Senin (5/5) sekitar pukul 12.00. Anggota dewan dari Partai Persatuan Pembangunan (PP) tersebut meninggal, satu hari setelah dirawat di RSUD dr Muhamad Saleh, kota setempat.

Setelah mendengar kabar salah satu seniornya meninggal, hampir seluruh anggota dewan, termasuk wali kota Hadi Zainal Abidin, takziyah ke rumah duka di Jalan Ikan Hiu, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan. Almarhum dikebumikan di pemakaman umum kelurahan setempat, pukul 16,00. Isak tangis keluarga dan tetangga serta handai tulan almarhum mengiringi pemakaman.

Santoso, kerabat dekat Yusup Susanto mengatakan, almarhum meninggal akbat penyakit komplikasi yang diderita beberapa bulan terakhir. Bahkan, selama sakit, pria yang dikenal dengan nama Ji Santo, sempat tidak aktif di gedung dewan. 

“Meninggal di RSUD dr Muhammad Saleh. Minggu sore dibawa ke RSUD. Meninggalnya Senin pukul 12.00,” tandasnya.

Pria yang mengaku saudara dekat dengan almarhum menyebut, Ji Santo meninggalkan 4 anak yang seluruhnya laki-laki dan 6 cucu. Almarhum mengabdi menjadi wakil rakyat selama 3 periode, sejak tahun 1999. Pada pencalegan 2019 kemarin, yang bersangkutan tidak ikut bertarung, mengingat kondisi kesehatan tidak mendukung. “Tahun ini pak kaji Santo tidak nyaleg. Ya, karena sakit-sakitan. Maklum, sudah sepuh,” tambahnya.

Diketahui, pemilik Orkes Dangduth Araya tersebut berusia 61 tahun dan lahir di Kelurahan Mayangan, tanggal 17 Oktober 1957. Santo aktif di dunia politik sejak masih muda, yakni dizaman orde baru, hingga menjabat sebagai ketua DPC PPP, dari tahun 1999 hingga 2014. 

“Beliau sudah banyak berbuat untuk partai dan masyarakat. Pak kaji Santo baik orangnya. Ringan tangan. Saya tahu persis, karena rumahnya berdekatan dengan rumah saya,” pungkasnya.

Terpisah, ketua DPRD Agus Rudianto Ghaffur mengatakan, turut berduka sedalam-dalamnya atas meninggalnya Yusup Susanto. Diakui, selama menjadi dewan, yang bersangkutan jarang sekali tidak masuk. Bahkan, meski sakit sekalipun, anggota dewan 3 periode tersebut masih menyempatkan diri masuk dan mengikuti agenda dewan. “Hearing, Paripurna tetap masuk. Belakangan jarang masuk. Karena sakitnya parah,” ujarnya.

Karena jarang masuk, pimpinan dewan menggelar rapat dengan seluruh anggota dewan pada Senin, sebelum Yusup Santoi meninggal. Agendanya kata pria yang sering disapa Rudi itu, membicarakan soal badan anggaran (Banggar). Disebutkan Susanto sebagai anggota banggar, belakangan jarang masuk. 

“Rapat tadi menghasilkan Almarhum posisinya diganti David Rosidi, Karena beliau jarang masuk. Sedang sebentar lagi banggar sibuk menyusun anggaran. Rapatnya sebelum pak Kaji Susanto, meninggal,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load