Pembeli ramai memenuhi lokasi bazar takjil di Jl Ahmad Yani Kota Blitar

Pembeli ramai memenuhi lokasi bazar takjil di Jl Ahmad Yani Kota Blitar



Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar selalu menggelar bazar takjil setiap menjelang buka puasa di bulan Ramadhan.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Pemkot Blitar telah menyediakan tempat dan memberikan kesempatan kepada sejumlah pedagang kuliner di Kota Blitar untuk membuka lapak bazar takjil berjualan kudapan di Jalan Ahmad Yani, atau lebih tepat di depan kantor PT Telkom hingga depan bank BRI.

Pantauan BLITARTIMES di lokasi, memang tampak ramai pengunjung atau pembeli mulai pukul 15.00 hingga mendekati waktu adzan magrib. Namun sayang, penataan lapak masih sangat semrawut dan tidak tertata dengan rapi.

Buktinya masih ada sejumlah pembeli yang menilai tatanan lapak kurang beraturan. Akibatnya, lahan parkir pembeli yang memiliki luas kurang dari sekitar dua meter ini memunculkan berjubelan orang beraktivitas disana dan bahkan sempat membuat kemacetan lalu lintas di jalan setempat.

Seperti pengakuan Badiatul Mardliyah, warga Desa Sambong, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Kepada blitartimes.com dia mengaku setiap tahun selalu mengunjungi stan bazar takjil pada bulan Ramadhan. Dari tahun ke tahun yang pernah ia alami, Badiatul menilai pemerintah mesti menata ulang stand-stand hingga rapi sehingga memunculkan kesan tertata dan tidak terkesan penuh berdesakan akibat banyak pembeli dan ditambah kurang teraturnya lokasi stand.

Ia memberikan saran kepada pemerintah, mestinya lapak atau stan bazar dibuat lebih menjorok ke dalam atau berhimpit dengan trotoar. Kemudian jarak stand yang satu dengan yang lain mesti diberi jarak minimal satu meter atau maksimal dua meter. Sehingga aktivitas keramaian pembeli menjadi tidak berjubelan dan terkesan semrawut.

Selain itu, jika penataan stan bisa dilakukan dengan baik, itu bisa membenahi lahan parkir yang ada. Pada akhirnya, meski ramai pembeli, kendaraan-kendaraan pembeli tidak mengakibatkan potensi kemacetan di jalur protokol kota itu.

"Saya setiap tahun pasti kesini. Kesini soalnya cari makanan yang gak ada di rumah buat buka. Iya, saya liat selalu berjubelan banyak orang, stannya terlalu banyak dan semrawut. Pemerintah harusnya bisa menata kembali stan yang ada supaya lebih rapi. Misalnya stan agak dimasukkan dekat trotoar, kan nanti tempat parkirnya bisa lebih luas dan tertata. Kalau sekarang sempit," jelas dia, Senin (06/05/2019).

Sementara Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Blitar dalam kapasitasnya mengatur jalur lalu lintas, berupaya mengalihkan kendaraan besar agar tidak lewat Jalan Ahmad Yani, Kota Blitar, saat menjelang buka puasa. Persoalannya, separuh badan jalan di Jalan Ahmad Yani atau depan kantor Telkom digunakan untuk pasar takjil Ramadhan.

Pantauan di lokasi, Senin (6/5/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, menunjukkan para pedagang takjil mulai berdatangan di lokasi. Pedagang menata tempat berjualan di sisi selatan Jalan Ahmad Yani.

Pedagang menggunakan sebagian badan jalan untuk berjualan. Menjelang berbuka puasa, pengunjung mulai banyak yang berdatangan di lokasi.

Kendaraan pengunjung yang berhenti mendadak membuat arus lalu lintas di lokasi sedikit tersendat. Kendaraan harus berjalan pelan di lokasi.

"Makanya kami mengimbau kendaraan besar agar tidak masuk Jalan Ahmad Yani saat menjelang buka puasa. Supaya tidak terjebak macet," kata Kepala Dishub Kota Blitar, Priyo Suhartono.

Priyo mengatakan pasar takjil di Jalan Ahmad Yani merupakan kegiatan rutin tiap Ramadhan di Kota Blitar. Bazar takjil itu menyediakan makanan dan minuman untuk buka puasa.

"Kami menggunakan separuh badan jalan untuk tempat jualan dan parkir kendaraan pegunjung," ujar Priyo.

Dishub juga berkoordinasi dengan Satlantas Polres Blitar Kota dan Satpol PP untuk mengamankan lokasi. Petugas juga mengatur arus lalu lintas di lokasi.

"Petugas kami siagakan untuk mengatur arus lalu lintas di lokasi," katanya.(*)


End of content

No more pages to load