Plt Kepala Satpol  PP Kota Blitar, Juari

Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Juari



Selama bulan Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berpesan untuk masyarakat Kota Blitar di bulan puasa Ramadan tahun ini melalui Surat Edaran (SE) Walikota Blitar bernomor 451/1744/410.010.3/2019.

Kepada masyarakat khususnya umat muslim, untuk meningkatkan kewaspadaan atas potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan sekitar.

Masyarakat agar menciptakan kondisi keamanan yang kondusif, melalui sistem keamanan keliling (siskamling), tanpa membunyikan petasan, bunyi-bunyian lain yang menimbulkan ketidaknyamanan dan ketenangan masyarakat.

Untuk petugas Ta'mir Masjid, di dalam surat edaran tersebut mengimbau kepada masyarakat yang melakukan kegiatan tadarus jika menggunakan pengeras suara, agar menggunakannya hingga pukul 22.00 WIB. Jika tetap ingin melanjutkan tadarusan, supaya tidak menggunakan pengeras suara.

Pemkot Blitar juga berpesan selama bulan Ramadan, kepada pengusaha agar menutup atau memberikan batas pada ruangan makan di rumah makan miliknya. Juga mengatur penyajian makanan tidak menimbulkan aroma makan yang bisa menyebar kemana-mana, dimana itu bisa mengganggu kekhusyukan dalam nilai-nilai beribadah berpuasa.

Pengusaha makanan agar tetap menciptakan higienitas makanan yang dijual, dengan menerapkan prinsip hidangan makanan yang bersih dan sehat. Itu juga berlaku untuk tempat makanan. Terakhir, Pemkot Blitar juga melarang live music atau hiburan malam di sejumlah cafe di Kota Blitar. Sekaligus melarang penjualan minuman keras atau minuman beralkohol. Ketentuan ini berlaku selama bulan Ramadan dari awal hingga akhir sesuai ketetapan pemerintah yang berlaku.

"Ada kegiatan rutin di bulan Ramadan ini, kami juga akan lakukan operasi kos-kosan, patroli wilayah-wilayah dalam rangka penegakan peraturan-peraturan daerah dan peraturan-peraturan lainnya," jelas Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkot Blitar, Juari, Senin (06/05/2019).

Kemudian, institusi penegak perda (peraturan daerah) ini, sambung Juari, sebagaimana surat edaran Walikota Blitar yang telah diedarkan, akan menindak tegas pelaku-pelaku usaha yang masih menggelar live music atau hiburan malam lainnya hingga kedapatan menjual minum-minuman beralkohol selama bulan Ramadan.

"Kita upayakan penertibannya, apakah sudah dilaksanakan atau belum. Misalnya, tadarus pakai pengeras suara hanya boleh sampai jam 10 malam, itu dilakukan atau tidak. Jadi kami lebih kepada penertibannya terhadap imbauan di surat edaran itu," imbuhnya.(*)


End of content

No more pages to load