Pengumuman perubahan jam kerja ASN selama Ramadhan 1440 H/2019 M yang dipasang di Balaikota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Pengumuman perubahan jam kerja ASN selama Ramadhan 1440 H/2019 M yang dipasang di Balaikota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali memberlakukan jam kerja khusus selama periode Ramadhan 1440 H, atau mulai pekan depan. 

Selama bulan puasa, jam layanan tidak sepanjang hari-hari biasa bagi warga Kota Malang yang ingin mengurus perizinan, administrasi kependudukan, dan lain-lain. 

Perubahan jam kerja aparatur sipil negara (ASN) tersebut mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Malang nomor 800/1257/35.73.403/2019 tentang Jadwal Jam Kerja Bulan Ramadhan 1440 H/2019 M. Isinya, merupakan penjabaran dari Surat Edaran Menteri PAN-RB yang terbit pada 26 April 2019 lalu. 

"Bagi badan/dinas/kantor di lingkungan Pemkot Malang yang jam kerjanya 5 hari, selama hari Senin-Kamis masuk pukul 08.00 WIB dan pulang kerja pukul 15.00 WIB," terang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto. 

Jam istirahat juga berubah, yakni pada pukul 12.00 sampai dengan 12.30 WIB. 

Sementara itu, pada hari Jumat, jam kerja dimulai pukul 07.30 WIB hingga 15.00 WIB, dengan waktu istirahat lebih panjang yakni pukul 11.30 hingga 12.30 WIB. 

"Pada hari tersebut, juga tetap dilaksanakan senam kesegaran jasmani, pada pukul 07.30 sampai selesai," jelasnya.

Namun, ada perbedaan bagi instansi pemerintah yang memberlakukan enam hari kerja. 

Yakni untuk Senin hingga Kamis serta Sabtu, jam kerja dimulai pukul 08.00-14.00 WIB. Waktu istirahat pukul 12.00-12.30 WIB. 

Sementara pada hari Jumat, jam kerja dimulai pukul 07.30-15.00 WIB, dengan waktu istirahat pukul 11.30-12.30 WIB. 

"Jadi relatif pulang lebih cepat dibanding yang masuk lima hari kerja, agar rentang jam kerjanya imbang," terangnya.

Dia menekankan, jumlah jam kerja efektif baik seluruh ASN akan tetap sama. 

Baik perangkat daerah yang melaksanakan 5 atau 6 hari kerja selama bulan puasa, minimal bekerja aktif selama 32,50 jam per minggu. 

"Imbauan untuk masyarakat juga untuk menyesuaikan diri, jika membutuhkan layanan bisa disesuaikan karena kantor-kantor tutup lebih awal dibanding biasanya," terangnya.

Meski jam kerja ASN berkurang selama bulan puasa dibanding hari biasa, Wasto tetap memberi catatan. 

Yakni agar hal tersebut tidak mempengaruhi kinerja ASN dan pelayanan terhadap masyarakat di lingkungan Kota Malang.

"Puasa itu, kalau bisa justru dijadikan salah satu motivasi untuk tetap giat bekerja dan beribadah. Kerja juga bagian dari ibadah," pungkasnya. 


End of content

No more pages to load