Salah satu pelajar sedang melihat salah satu mode pembelajaran di Gajahmada, Kecamatan Batu, Kamis (2/5/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu pelajar sedang melihat salah satu mode pembelajaran di Gajahmada, Kecamatan Batu, Kamis (2/5/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Media pembelajaran kelas awal yakni untuk kelas I, II, dan III dihadirkan dalam Gebyar Literasi dan Temu Inovasi Kota Batu untuk mendukung Perwali Kota Batu sebagai kota literasi. Kegiatan ini juga untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, Kamis (2/5/2019).

Berbagai macam model pembelajaran dihadirkan di sana termasuk suguhan membuat model pojok literasi ada di GOR Gajahmada, Kecamatan Batu. Kegiatan sebagai salah satu upaya untuk menyukseskan Perwali no 93 tahun 2018. 

“Di seluruh Indonesia ini kan sangat rendah sekali literasinya, alhamdulillah melalui pendampingan INOVASI Kota Batu sudah ada perwalinya yang kemudian bisa mendorong semua lini masyarakat, bukan hanya di dunia pendidikan untuk bisa membangun suasana agar anak-anak kita sendiri mencontohkan,” kata Wali Kota Batu Dewanti Rumopoko.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan budaya membaca kepada pelajar sejak dini diperkuat dengan Perwali Literasi. Kota Batu ingin menjadi yang utama untuk mengembangkan literasi sejak awal. 

“Perwali tidak sekadar menaungi literasi sekolah. Tetapi juga gerakan literasi, masyarakat, keluarga, dan literasi pamong,” imbuhnya.

Perwali ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan budaya literasi masyarakat Kota Batu melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Gerakan Literasi Keluarga (GLK), Gerakan Literasi Masyarakat (GLM) dan Gerakan Literasi Pamong (GLP). 

Perwali ini menjabarkan terkait penyediaan literasi buku baca, sudut baca, pojok baca, dan taman baca. “Hingga mengembangkan literasi budaya digital hingga visual hasil karya. Juga mengatur bagaimana penyediaan budaya literasi di masyarakat,” tambahnya.

Tidak hanya pelajar, tetapi masyarakat umum seperti pegawai kantoran pun diharap menerapkan budaya membaca dengan menyuguhkan sudut membaca atau pojok membaca bahkan juga harus menerapkan budaya membaca selama 15 menit.

“Harapannya agar semua warga menerapkan budaya baca. Setidaknya 15 menit untuk membaca,” harap ibu tiga anak ini.