Plt Wali Kota Blitar Santoso.(Foto :  Team BlitarTIMES)

Plt Wali Kota Blitar Santoso.(Foto : Team BlitarTIMES)



Plt Wali Kota Blitar Santoso mengimbau kepada organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran. Imbauan ini menyikapi minimnya penyerapan anggaran triwulan pertama di Kota Blitar.

“Penyerapan yang masih minim itu bisa berdampak pada proses pembangunan Kota Blitar,” ungkap dia.

Santoso menambahkan, dengan penyerapan anggaran yang optimal, sisa anggaran pada tahun anggaran sebelumnya bisa dimanfaatkan. "Dengan penyerapan anggaran yang cepat itu, nilai silpa (sisa lebih pembiayaan anggatan) bisa diselesaikan," tambahnya.

Hingga triwulan pertama itu, lanjut dia, ada beberapa proyek yang belum terealisasi. Beberapa proyek itu di antaranya pembangunan Pasar Legi, pembangunan kelurahan, fiber optik (FO), hingga pembangunan lanjutan gedung SMPN 3 Blitar. "Yakni proyek-proyek strategis. Ini yang kami tekankan, harus segera dioptimalkan penyerapan anggarannya," sambungnya.

Seperti diketahui, pada triwulan pertama, serapan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Blitar masih minim. Di triwulan pertama ini (Januari-Maret), serapan anggaran masih mencapai 8,3 persen. 

Serapan tersebut belum mencapai target yang ditentukan di triwulan pertama. Seharusnya, sesuai target serapan anggaran di triwulan pertama adalah 12 persen. "Seharusnya serapan untuk belanja langsung itu 12 persen. Namun, ini hanya terealisasi 8,3 persen," kata Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar Widodo Sapto Johannes.

Peyerapan anggaran yang minim itu, jelas dia, karena adanya beberapa proyek strategis yang belum terealisasi di triwulan pertama ini. Maka dari itu, pihaknya meminta OPD untuk mengoreksi sejumlah proyek yang belum terlaksana. 

"Di samping itu, antar-OPD juga perlu melakukan rapat koordinasi lebih lanjut. Sebab, proyek-proyek harus direalisasikan bersama-sama. Tidak bisa satu OPD melakukan sendiri," ujar Santoso.


End of content

No more pages to load