Ilustrasi, net

Ilustrasi, net


Editor

A Yahya


Bukan sulap, bukan sihir, telepon genggam bisa raib di genggaman tangan. Kok bisa? Bisa saja, karena yang pegang sedang tertidur pulas. Sehingga saat dalam kondisi tidak sadar itu, telepon genggam tersebut diembat orang.

Kejadian itu dialami mahasiswa IAIN Tulungagung bernama  Luqman Ma'arifat (26). Mahasiswa yang berasal dari dusun VIII RT 002 RW 001 desa Mataram Ilir Seputih Surabaya Lampung Tengah itu tertidur saat  ngopi di warung kopi Ketepang Kembar belakang IAIN Tulungagung Desa Polsokandang Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. "Kasus pencurian yang dilaporkan korban ini terjadi di warung kopi saat pemilik sedang tidur," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas AKP Sumaji kepada tulungagungtimes.com, Selasa (30/04) siang. 

Korban kehilangan 1 (satu) buah Hanphone merk Redmi Note 7 warna merah. Kejadian itu dialami korban saat menikmati  minum kopi dan makan sambil santai di “ Ketepeng Kembar” di belakang kampus IAIN Tulungagung. "Korban saat itu sedang main Handphone bersama dengan pengunjung warung lainya," tambah Sumaji.

Saking asyiknya, sekitar pukul 02.00 Wib korban tertidur dan baru bangun sekira pukul 04.30 Wib. Saat terbangun, dia mendapati handphone miliknya raib. Padahal, sebelum tertidur, handphone tersebut masih dipegang. "Toba-tiba handphone milik korban sudah tidak ada. Dan saat bangun tidur melihat di warung kopi tersebut sudah tidak ada orang," ungkap Sumaji

Mengalami kejadian tersebut korban merasa dirugikan selanjutnya melaporkan ke Polres Tulungagung guna proses lebih lanjut. 
"Atas laporan itu kita terima dan kasus tersebut masih kita selidiki guna proses hukum lebih lanjut," pungkasnya.


End of content

No more pages to load