Ilustrasi, net

Ilustrasi, net



Karena menolak di ajak pesta minuman keras, seorang teman karib yang diketahui bernama Sakri (30) warga desa Tapan Kecamatan Kedungwaru harus berurusan dengan polisi. Sakri, dilaporkan oleh temannya sendiri yakni Supandi (42) teman satu desa akibat melakukan penganiayaan. 

"Kejadian itu pada Pada hari Minggu tanggal 28 April 2019 sekira pukul 01.00 Wib dan dilaporkan pada jam 05.00 Wib," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas AKP Sumaji Senin (29/04) siang.

Kejadian bermula saat Supandi, jam 00.30 wib datang ke warung kopi milik Supardi untuk mencari temannya yang bernama Sugeng. Saat tiba di warung Supandi melihat Sakri dan teman-temannya sedang minum-minuman beralkohol.

"Korban dipanggil oleh terlapor, namun tidak datang karena takut kalau diajak minum-minuman keras kemudian korban pulang kerumah yang jaraknya sekira 500 meter," ungkap Sumaji.

Saat sampai di halaman rumah datang Sakri bersama temannya dan tanpa berkata apapun Sakri langsung melakukan penganiayaan kepada Supandi dengan cara memukul dengan menggunakan kedua tanggannya berkali-kali. 
"Pukulannya mengenai muka korban hingga mengakibatkan luka robek pada hidung bagian atas korban dan bibir pecah," papar Sumaji.

Mengalami kejadian tersebut Supandi tak terima dan  melaporkan ke Polsek Kedungwaru guna proses lebih lanjut.
"Sedang di proses di Polsek Kedungwaru untuk proses hukum selanjutnya," pungkasnya. 


End of content

No more pages to load