Kondisi nenek Rames, korban anak durhaka sesaat sebelum dievakuasi petugas gabungan ke yayasan sosial, Kecamatan Karangploso (Foto : Polsek Karangploso for MalangTIMES)

Kondisi nenek Rames, korban anak durhaka sesaat sebelum dievakuasi petugas gabungan ke yayasan sosial, Kecamatan Karangploso (Foto : Polsek Karangploso for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Setelah hanya bisa pasrah dan berharap putra putrinya lekas sadar, Rames warga Dusun Bunder, Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso ini, akhirnya bisa sedikit menikmati hari tuanya dengan layak.

Seperti yang sudah diberitakan, nenek yang kini berusia 70 tahun itu, sempat menderita dan tersiksa setelah menerima perilaku biadab dan tidak manusiawi, yang dilakukan anak dan menantu durhakanya.

Setelah tempat tinggalnya dikudeta, nenek renta ini dibuatkan ruangan penampungan khusus di bilik belakang rumah. Semenjak saat itu, Rames juga jarang diberi makan. Dalam sehari dia hanya diberi makan putri bungsu dan menantunya sebanyak satu kali. Itupun hanya nasi putih dan secangkir kopi atau teh untuk membasahi kerongkongannya.

Parahnya lagi, selain perut ibunya dibiarkan tak terisi. RD (menantu) dan IN (Putri sulung) Rames, mengaku kepada tetangganya jika sang bunda dalam kondisi gila. Alasan tidak masuk akal itu, seolah digunakan untuk membenarkan perilaku biadab putri bungsu dan sang menantu.

Sekian tahun berada di ruangan lembab dan pengab yang berukuran sekitar 3 x 3 meter. Seorang nenek kurus kering kerontang ini, akhirnya bisa menghirup udara segar. Kamis (25/4/2019) malam, petugas gabungan dari Mapolsek Karangploso, TNI, yayasan sosial, perangkat desa, beserta warga setempat bahu membahu mengevakuasi Rames, dan membawanya menggunakan mobil ambulans menuju salah satu yayasan yang ada di daerah Muharto, Kota Malang.

“Sementara ibu Rames ditampung di Yayasan Peduli Kasih yang ada di Kota Malang, yang penting dievakuasi dulu. Daripada terus tersiksa tinggal bersama anak dan menantunya,” kata Camat Karangploso, Dyah Ekawati N, Sabtu (27/4/2019).

Kepada MalangTIMES.com, Dyah mengaku jika selain membawa Rames ke yayasan sosial untuk sementara waktu. Pihaknya beserta beberapa perangkat dan instansi lainnya juga sedang mengupayakan agar nenek yang kini berusia kepala tujuh itu, bisa ditampung di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang.

“Kami sudah mengajukan upaya tersebut, kemungkinan Senin (29/4/2019) besok. Pengajuan kami segera ditindaklanjuti, sehingga ibu Rames bisa mendapatkan perawatan dan pelayanan layak,” pungkasnya.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load