Gubernur Jatim Khofifah bersama Wali Kota Malang Sutiaji dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan jajaran kepala daerah di Istana Presiden, Bogor. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

Gubernur Jatim Khofifah bersama Wali Kota Malang Sutiaji dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan jajaran kepala daerah di Istana Presiden, Bogor. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)



Pembangunan Tol Malang - Pandaan (Mapan) belum rampung. Namun, telah muncul wacana bakal memperpanjang jalur tol tersebut dari titik akhir di Kedungkandang, Kota Malang, menjadi di Kepanjen, Kabupaten Malang dan juga bercabang ke Kota Batu.

Wacana tersebut menjadi salah satu poin dalam acara rapat koordinasi (rakor) antara Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa dan para wali kota/bupati. Dalam kegiatan yang berlangsung di Istana Presiden di Bogor, tiga pimpinan daerah Malang Raya pun hadir. Yakni Wali Kota Malang Sutiaji, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, serta Wakil Bupati Malang Sanusi.

Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus atas sinergi Malang Raya. "Poin-poin (terkait Malang Raya) yang mendapat perhatian serius, di antaranya terkait peningkatan status bandara internasional yang sempat saya sampaikan kembali," ujar Sutiaji. 

"Dan Pak Jokowi juga merespon atas perpanjangan Tol Malang Pandaan (Mapan) yang akan tersambung hingga ke Kepanjen (Kabupaten Malang) dan juga pengembangan tol hingga mengarah ke kota Batu," tambah wali kota penghobi bulutangkis tersebut.

Menurut Sutiaji, pembangunan tol lanjutan tersebut tidak akan merugikan Kota Malang. Meskipun nantinya Kota Malang hanya menjadi bagian dari jalur tol. "Kalau Kota Malang berfikir egosektoral, maka akan keberatan karena hanya terlewati saja. Tapi kita harus berfikir lebih makro, lebih luas dan kembali energi Malang Raya yang kita kedepankan," tegas Sutiaji.

Dia menilai, ada pekerjaan- pekerjaan besar yang harus Kota Malang lakukan agar ada nilai lebih. Di antaranya potensi perguruan tinggi, banyaknya start up atau usaha rintisan yang tumbuh, juga dari sektor UMKM. "Kota Malang memiliki keunikan potensi lain yang juga banyak tumbuh di kampung-kampung. Pastinya hasil rakor akan menjadi salah satu item untuk menguatkan sinergi Malang Raya," sebutnya.

Rakor bersama Presiden Jokowi berlangsung sehari dan terbagi berdasarkan wilayah provinsi. Gubernur bersama wali kota/bupati se Jawa Timur hadir di Istana Presiden sekitar pukul 15.30 WIB. "Iya ini tadi kami berangkat bersama-sama setelah kegiatan rakor optimalisasi pendapatan daerah di Grahadi, Surabaya," tambahnya. 

Sutiaji menyebut, dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi hadir didampingi Sekretaris Kabinet, Sekretaris Negara, Jajaran Menteri, Staf Ahli Presiden dan juru bicara presiden. Rakor itu untuk menegaskan fokus pemerintah dalam memacu pembangunan infrastruktur. "Presiden meyakini, optimis dan mengajak kepala daerah untuk menggenjot pembangunan infrastruktur," terangnya.

"Karena infrastruktur yang memadai akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah maupun secara nasional," tambahnya. 

Dia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur itu juga sudah menjadi komitmen bersama pemda Malang Raya. Salah satunya dengan pertemuan-pertemuan rutin antar kepala daerah. "Sinergi ini agar Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang bisa tumbuh bersama secara kuat, seperti yang diinginkan Presiden Jokowi maupun Gubernur Khofifah," pungkasnya. 


End of content

No more pages to load