Kenaikan harga komoditas bawang merah dan bawang putih rawan memicu inflasi April 2019 di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kenaikan harga komoditas bawang merah dan bawang putih rawan memicu inflasi April 2019 di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Kenaikan harga sejumlah komoditas pada periode April 2019 di Kota Malang rawan kembali memicu inflasi. Misalnya dari komoditas bawang merah dan bawang putih yang harganya rata-rata mengalami kenaikan hingga Rp 15 ribu per kilogram di pasar-pasar tradisional. 

Saat ini, harga bawang putih mencapai Rp 46 ribu per kilogram sementara bawang merah Rp 40 ribu. "Setiap hari ada kenaikan harga bertahap mulai Rp 1.000 sampai Rp 2 ribu per kilo untuk bawang putih," ujar Agus Salam, salah satu pedagang kebutuhan rumah tangga di Pasar Besar Kota Malang, hari ini (23/4/2019). 

Agus menjelaskan, kenaikan harga tersebut dipicu lantaran cuaca yang masih tak menentu. "Saat ini, beberapa daerah penghasilnya kan belum panen. Jadi, stoknya jadi berkurang," tuturnya. Namun, hal tersebut tidak berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. "Meski mengeluh, masyarakat masih membutuhkan bahan pokok ini untuk memasak. Kondisi barang juga masih bagus, tidak banyak yang busuk," sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada periode Maret 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya inflasi di Jawa Timur sebesar 0,16 persen. Dari daerah setingkat kabupaten/kota di wilayah tersebut, inflasi tertinggi terjadi di Kota Malang dengan angka 0,36 persen. Komoditas yang berperan terhadap inflasi di antaranya tarif angkutan udara, bawang putih dan bawang merah. 

Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Malang Dwi Handayani Prasetyowati menambahkan, jika kenaikan harga tersebut terus meroket, tidak menutup kemungkinan bisa memicu inflasi. "Ada kemungkinan begitu. Kita lihat perkembangan hingga akhir April ini. Kalau belum kembali ke harga normal, jelas akan menyumbang inflasi," terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menekan harga supaya angka inflasi di Kota Malang tidak terlalu tinggi. "Jika kenaikan terus terjadi dan berpengaruh pada daya beli, perlu menjadi perhatian TPID Kota Malang," pungkasnya.