Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Barenlitbang Kota Malang Rukayah saat memoderatori pemateri seminar di Savana Hotel and Convention (Luqmanul Hakim/MalangTIMES)
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Barenlitbang Kota Malang Rukayah saat memoderatori pemateri seminar di Savana Hotel and Convention (Luqmanul Hakim/MalangTIMES)

Ingin lebih berdayakan jurnal pemerintah serta ingin menjalin jejaring antar pengelola jurnal di Kota Malang, Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang adakan seminar di Savana Hotel And Convention pada Senin (21/4/2019). 

Seminar tersebut merupakan salah satu cara pemerintah untuk menggandeng para penulis jurnal dikarenakan pengelola jurnal yang dimiliki pemerintah masih terbilang baru.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Barenlitbang Kota Malang Rukayah, menyebutkan penjalinan jaringan yang dikemas dalam seminar tersebut dilakukan untuk melakukan kerjasama dengan pengelola jurnal yang dimiliki oleh pemerintah.

"Tujuan utamanya adalah kami ingin bisa menjalin pengelola jejaring jurnal yang ada di Kota Malang," ujarnya seusai seminar.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa seminar tersebut sekaligus untuk menjalin kerja sama antara pengelola jurnal yang ada di perguruan tinggi dengan pengelola jurnal milik pemerintah.

"Tujuan lainnya untuk menjalin kerjasama dengan pengelola jurnal milik pemerintah yang masih relatif junior banget untuk bisa berkolaborasi dengan jurnal-jurnal yang dikelola oleh perguruan tinggi di Kota Malang," lanjutnya.

Dalam seminar tersebut, puluhan pengelola jurnal dari perguruan tinggi terlihat serius memperhatikan materi yang diberikan oleh 2 orang pemateri, yakni Arifah Sasmita dari PDII - LIPI dan Kuswanto guru besar UB yang menjadi pemateri dalam seminar tersebut.

Sementara itu, ia mengatakan bahwa selama ini memang sudah ada pengelola jurnal di Kota Malang. Namun, dikarenakan mereka masih kurang memberikan perhatian pada jurnal tersebut, sehingga ada yang sempat vakum.

Sehingga dengan adanya seminar yang digelar selama 2 hari yang berakhir Selasa (23/4/2019) besok, ia berharap kedepannya para pengelola jurnal tersebut akan aktif kembali.

"Banyak jurnal dari mereka yang sudah vakum, sehingga dengan adanya seminar ini maka mereka akan tergugah dan jurnal yang sudah mereka buat itu masih bisa dilanjutkan kembali," pungkasnya.