Wali Kota Malang Sutiaji (tengah kenakan topi) didampingi isteri, Widayati Sutiaji berfoto bersama dalam pembukaan Festival Tempe Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah kenakan topi) didampingi isteri, Widayati Sutiaji berfoto bersama dalam pembukaan Festival Tempe Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Tempe menjadi salah satu olahan khas Kota Malang yang kini sudah banyak dikenal di penjuru Indonesia. Melihat potensi yang cukup bagus, Pemerintah Kota Malang berniat memperkenalkannya hingga ke mancanegara.

Salah satunya dengan menggandeng perguruan tinggi, yang tujuan utamanya adalah menciptakan hal baru dan membuat wisatawan tertarik dengan tempe. Hal itu terwujud dalam kerjasama yang dilakukan dengan Universitas Negeri Malang melalui Festival Tempe yang baru kali pertama digelar di tahun ini.

"Tapi bukan sekedar mengangkat produksi dan memperkenalkan ke luar negeri. Kerja sama dengan Perguruan tinggi juga penting untuk keberlanjutan produksi tempe itu sendiri. Terutama dampaknya bagi lingkungan," katanya pada wartawan malangtimes.com saat hadir dalam Festival Tempe 2019 yang digelar di Kampung Tempe Sanan, Minggu (21/4/2019).

Pria berkacamata itu menyampaikan, produksi tempe di Tempe Sanan setiap tahun terus menunjukkan tren positif. Termasuk melalui inovasi yang dilakukan. Di mana tempe tak hanya sekedar diolah sebagai tempe goreng atau keripik tempe saja.

Melainkan sudah memperoleh banyak sentuhan baru yang membuat orang penasaran. Selain itu, jika dulu masih ada masalah dalam proses pengemasan, maka kini sudah terselesaikan. Karena ada banyak olahan yang juga sudah dikirim ke luar negeri dan dengan kemasan yang menarik. "Yang perlu menjadi perhatian sekarang ini adalah berkaitan dengan dampak lingkungan dari olahan tempe itu sendiri," jelasnya.

Melalui kerja sama yang dilakukan dengan perguruan tinggi, dia berharap akan ada upaya baru yang bisa diajarkan kepada warga sekitar dalam mengelola limbah. Dia berharap limbah tempe bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan lain, dan menguntungkan bagi masyarakat.

Sementara dalam bidang pariwisata, dia menilai masyarakat sekitar sudah sangat siap untuk bisa menjadi bagian dari destinasi wisata di Kota Malang. Belakangan, kampung tempe juga banyak menjadi jujukan wisatawan yang penasaran dengan kelezatan dari masing-masing olahan tempe yang disuguhkan.

"Pokdarwis sudah ada, dan tinggal dikuatkan saja. Saya rasa Festival Tempe ini juga bisa jadi salah satu destinasi baru untuk dijadikan agenda tahunan, dan bisa menarik lebih banyak lagi wisatawan untuk berkunjung ke Kota Malang," paparnya.

Selain Festival Tempe, menurutnya akan ada banyak proyek baru yang akan digarap Pemkot Malang dengan perguruan tinggi. Salah satunya adalah program smart city yang kini sudah melalui berbagai tahapan. "Banyak lagi yang akan digarap dengan perguruan tinggi, salah satunya smart city," pungkasnya.